Haji

12 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Cuaca Arab Saudi Tembus 44 Derajat

×

12 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Cuaca Arab Saudi Tembus 44 Derajat

Sebarkan artikel ini
12 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Cuaca Arab Saudi Tembus 44 Derajat

Madinah, Jurnalekbis.com — Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak 12 jemaah haji Indonesia meninggal dunia hingga Rabu, 6 Mei 2026. Mayoritas kasus kematian dipicu gangguan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru di tengah suhu ekstrem Arab Saudi yang mencapai 44 derajat Celcius.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan dua jemaah kembali dilaporkan wafat pada Rabu kemarin.

“Pada hari Rabu 6 Mei 2026, terdapat dua jemaah yang wafat atas nama Ahmad Nur Rahmat Zaini, jemaah laki-laki dari kloter SOC 08 asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dan Aman Satim dari kloter JKB 05 asal Kabupaten Tangerang,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dengan tambahan tersebut, total jemaah wafat kini mencapai 12 orang sejak fase keberangkatan haji dimulai.

Baca Juga :  Penukaran Riyal Diserbu CJH di Mataram, Stok Capai Rp1 Miliar

Ichsan menyebut pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan di Madinah dan Makkah mengingat tingginya aktivitas ibadah dan cuaca panas yang berisiko terhadap kondisi fisik jemaah, khususnya lanjut usia.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 14.919 jemaah menjalani rawat jalan selama berada di Arab Saudi. Sementara itu, 153 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan 271 jemaah harus mendapatkan penanganan di rumah sakit Arab Saudi.

“Hingga saat ini, 72 jemaah masih dalam perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi,” kata Ichsan.

Ia menegaskan faktor cuaca menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Suhu di Madinah dan Makkah dalam beberapa hari terakhir berkisar antara 38 hingga 44 derajat Celcius.

Baca Juga :  Tradisi Zikir Saman di Lombok Tengah, Ritual Unik Antar Jemaah Haji Penuh Makna

Kondisi tersebut membuat pemerintah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada jemaah agar tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan fisik, menghindari kelelahan dengan istirahat cukup, mengonsumsi air yang cukup untuk mencegah dehidrasi, serta menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, dan alas kaki yang nyaman,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, pemerintah juga mengingatkan pentingnya penggunaan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan masuk Raudhah di Masjid Nabawi sesuai jadwal yang telah ditentukan otoritas Arab Saudi.

Pendampingan ibadah juga terus dilakukan kepada jemaah melalui konsultasi umrah sunnah, edukasi langsung di sektor pemondokan, hingga pembinaan bagi jemaah sakit sebelum keberangkatan menuju Makkah.

Baca Juga :  34.657 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berangkat, Dua Penerbangan Alami Kendala Teknis

Ichsan menilai disiplin jemaah menjadi faktor penting agar rangkaian ibadah berjalan lancar di tengah kepadatan dan cuaca ekstrem.

“Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara optimal,” katanya.

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada ketua rombongan, pembimbing Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU), serta seluruh petugas haji yang dinilai berperan aktif menjaga ketertiban dan pelayanan terhadap jemaah Indonesia di Tanah Suci.

“Kolaborasi, kepatuhan, dan kesadaran bersama menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” tutup Ichsan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *