BisnisEkonomiUKM

BI Catat Lonjakan Transaksi UMKM NTB Tembus Rp645 Juta di KK-NTB 2026

×

BI Catat Lonjakan Transaksi UMKM NTB Tembus Rp645 Juta di KK-NTB 2026

Sebarkan artikel ini
BI Catat Lonjakan Transaksi UMKM NTB Tembus Rp645 Juta di KK-NTB 2026

Mataram, Jurnalekbis.com — Gelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 sukses mendongkrak transaksi pelaku UMKM lokal hingga menembus Rp645,9 juta. Angka tersebut melonjak 64,67 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya dan menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi kreatif di NTB.

Kegiatan bertema “Harmoni Kreatif Sasambo” yang digelar selama tiga hari, 15–17 Mei 2026, di Lombok Epicentrum Mall resmi ditutup Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, Minggu (17/5/2026).

Tak hanya transaksi penjualan, capaian pembiayaan UMKM juga mengalami peningkatan. Realisasi business matching perbankan selama kegiatan berlangsung mencapai Rp20,55 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp19,31 miliar.

Baca Juga :  Aset Tersertifikasi, PLN UIP Nusra Optimis Kejar Target 100 Persen Aset Legal di Tahun 2024

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan KK-NTB bukan sekadar pameran produk, tetapi menjadi ruang strategis mempertemukan UMKM dengan pasar, perbankan, dan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas.

“Bank Indonesia berkomitmen memperkuat sinergi demi mewujudkan UMKM NTB yang berdaya dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Hario, penyelenggaraan tahun ini memberikan tiga pelajaran penting bagi pengembangan UMKM di daerah. Pertama, pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perbankan, komunitas, hingga pelaku usaha. Kedua, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan selera pasar. Ketiga, konsistensi menjaga kualitas produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan, puluhan UMKM unggulan NTB menampilkan berbagai produk mulai dari wastra dan ready to wear, kriya dan kerajinan, home decor, kuliner, hingga kopi lokal. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama pada produk fesyen tenun dan makanan olahan khas daerah.

Baca Juga :  Peluang Baru, Disprin  Dorong Olahan Udang Vaname Jadi Produk Ekspor

Selain mendorong transaksi, KK-NTB 2026 juga menghadirkan nilai sosial melalui pengumpulan wakaf produktif dari transaksi non-tunai. Dari skema penyisihan 2,5 persen omzet digital, terkumpul dana wakaf sebesar Rp2,41 juta.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam mendukung UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia menilai sektor kriya, wastra, kuliner, dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi NTB di tengah tantangan ekonomi global.

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM harus terus diperkuat agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.

Penutupan KK-NTB 2026 sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi kreatif NTB yang lebih kompetitif. Dengan mengusung semangat “Bersama Kita Kuat, NTB Semakin Jaya II”, Bank Indonesia memastikan pendampingan terhadap UMKM binaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *