BisnisEkonomi

Pariwisata Bali Nusra Tumbuh Pesat, BI Sebut Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

×

Pariwisata Bali Nusra Tumbuh Pesat, BI Sebut Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pariwisata Bali Nusra Tumbuh Pesat, BI Sebut Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

Mataram,Jurnalekbis.com — Di tengah ancaman perlambatan global akibat konflik Timur Tengah dan gejolak harga energi, kawasan Bali-Nusa Tenggara justru dinilai masih memiliki tenaga besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kepala Koordinator Wilayah Bank Indonesia Bali Nusra, Achris Sarwani, menegaskan sektor pariwisata kini menjadi penggerak utama ekonomi kawasan Bali, NTB, dan NTT. Bahkan kontribusinya melampaui sektor pertanian.

“Kalau pariwisata Bali Nusra terganggu, yang terdampak bukan hanya daerah, tetapi ekonomi nasional juga ikut terkena, karena mesin ekonomi pariwisata Indonesia ada di wilayah Bali Nusra,” ujar Achris, Jumat (15/5).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bali Nusra mencapai 7,93 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. Menurut Achris, capaian itu tidak lepas dari dominasi sektor pariwisata yang menyumbang hampir 30 persen terhadap struktur ekonomi kawasan.

Baca Juga :  Jelang Tutup Tahun, Rachmat Hidayat bagikan puluhan Kursi Roda untuk Orang Tua Jompo di Lombok Tengah

“Lapangan usaha pariwisata di Bali Nusra itu sekitar 29,79 persen. Bahkan lebih besar dibanding sektor pertanian yang sekitar 19 persen,” katanya.

Meski demikian, Achris mengingatkan industri wisata tetap menghadapi tantangan berat akibat kondisi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak pada mobilitas wisatawan internasional.

Namun Bank Indonesia Bali Nusra tetap optimistis. Wisatawan dari Australia, Jepang, Korea Selatan hingga China dinilai masih memiliki potensi besar untuk datang ke Indonesia karena tidak bergantung pada jalur penerbangan Timur Tengah.

“Sebentar lagi masuk high season Juni-Juli dan musim libur sekolah. Kami optimistis pertumbuhan ekonomi tetap bisa terjaga jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Achris juga menyoroti pentingnya memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif sebagai penopang industri pariwisata. Menurutnya, meningkatnya jumlah wisatawan akan otomatis mendorong permintaan produk lokal.

Baca Juga :  Ni Wayan Supadmi: Dari Seniman Lukis Menjadi Pengusaha Kreatif yang Sukses

“Kalau pariwisata bergerak baik, UMKM akan ikut tumbuh. Kreativitas masyarakat pasti naik karena ada kebutuhan pasar yang harus dipenuhi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Achris bahkan mengenakan jas berbahan tenun Pringgasela, Lombok Timur, yang sudah dimilikinya sejak tujuh tahun lalu sebagai simbol kebanggaan terhadap produk UMKM NTB.

“Saya pernah memakai jas ini saat bertemu diplomat ketika Pak Gubernur masih menjadi Dubes RI di Turki. Produk lokal seperti ini harus terus dibanggakan,” ujarnya.

Bank Indonesia juga mendorong NTB dan NTT memanfaatkan ajang internasional Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang akan digelar pada 27–29 Mei mendatang di Bali. Tahun ini, lebih dari 40 negara tercatat akan hadir sebagai buyer potensial industri wisata.

Baca Juga :  Ternyata Ini di Balik Suksesnay KFC, Baru Tahu

Menurut Achris, momentum tersebut harus dimanfaatkan daerah di Bali Nusra untuk mempromosikan desa wisata, produk kreatif, hingga paket wisata terpadu.

Selain promosi wisata, BI juga memperkuat kemudahan transaksi digital lintas negara melalui sistem QRIS Cross Border. Wisatawan asal Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan hingga China kini sudah dapat melakukan pembayaran digital langsung menggunakan aplikasi masing-masing seperti Alipay dan WeChat Pay.

“Ratusan juta pengguna Alipay dan WeChat Pay sekarang bisa langsung bertransaksi menggunakan QRIS di Indonesia,” katanya.

Achris berharap kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB dan Bank Indonesia dalam penyelenggaraan KK-NTB 2026 mampu memperluas pasar UMKM hingga level internasional sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *