BisnisEkonomiIndustri

NTB Mulai Tinggalkan Kayu Bakar, Petani Dialihkan ke Cangkang Kemiri

×

NTB Mulai Tinggalkan Kayu Bakar, Petani Dialihkan ke Cangkang Kemiri

Sebarkan artikel ini
NTB Mulai Tinggalkan Kayu Bakar, Petani Dialihkan ke Cangkang Kemiri

Mataram, Jurnalekbis.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mendorong penggunaan cangkang kemiri sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap kayu bakar yang selama ini dipakai dalam aktivitas pertanian dan pengolahan hasil panen.

Langkah itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Mirza Amir Hamzah, saat menanggapi masih maraknya penggunaan kayu oleh petani di sejumlah daerah di NTB.

Menurut Mirza, penggunaan kayu secara terus-menerus tidak bisa dibiarkan karena berdampak terhadap lingkungan dan kawasan hutan. Karena itu, pemerintah mulai mencari sumber energi pengganti yang dinilai lebih ramah lingkungan.

“Selain kayu itu, karena dampaknya ke kehutanan, maka kami dorong penggunaan cangkang. Salah satunya cangkang kemiri sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu,” ujarnya, Senin (18/5).

Baca Juga :  PLN Buka 32 Lowongan Pekerjaan di Rekrutmen Bersama BUMN 2023

Ia menjelaskan, bahan bakar alternatif tersebut direncanakan dipasok dari luar daerah, termasuk dari Kalimantan, guna memenuhi kebutuhan petani di NTB. Meski bukan hal baru, penggunaan cangkang dinilai masih belum maksimal karena sebagian besar petani memilih bahan bakar yang lebih mudah diperoleh dan praktis digunakan.

“Petani itu biasanya memilih yang paling simpel. Karena itu transisi ke bahan bakar alternatif memang tidak mudah,” katanya.

Pemerintah daerah menilai persoalan penggunaan kayu bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian semata, tetapi juga berkaitan erat dengan pengawasan kawasan hutan oleh instansi terkait. Namun demikian, Dinas Pertanian tetap mendorong perubahan pola penggunaan energi di kalangan petani.

Mirza menegaskan, pihaknya memiliki semangat agar petani secara bertahap meninggalkan penggunaan kayu, terutama untuk aktivitas pertanian yang membutuhkan pembakaran dalam jumlah besar.

Baca Juga :  PLN Wujudkan Mimpi 400 Keluarga di NTB Lewat Program 'Light Up The Dream

“Bukan hanya tembakau, jagung juga sering disorot karena penggunaan kayu bakar. Padahal sebagian aktivitas itu dekat kawasan hutan,” ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah mengakui tantangan utama saat ini adalah memastikan pasokan cangkang kemiri tetap tersedia di pasaran. Meski begitu, Mirza optimistis kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi.

“Insya Allah tetap ada pasokannya,” katanya.

Soal harga, pemerintah belum bisa membandingkan secara langsung antara biaya penggunaan kayu dan cangkang kemiri. Namun, menurutnya, persoalan utama bukan semata harga, melainkan dampak lingkungan yang ditimbulkan jika penggunaan kayu terus dibiarkan.

“Kalau kayu, dampaknya terhadap lingkungan yang harus kita jaga. Karena itu kita dorong agar tidak lagi memakai kayu,” tegasnya.

Baca Juga :  Meningkatkan Kompetensi Teknisi Kapal Penunjang Wisata di NTB Melalui Workshop

Pemprov NTB kini menghadapi tantangan besar untuk mengubah kebiasaan petani yang selama bertahun-tahun mengandalkan kayu sebagai sumber energi utama. Selain faktor biaya dan akses, pola pikir petani yang cenderung memilih cara praktis menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah daerah.

Meski belum sepenuhnya beralih, upaya memperkenalkan bahan bakar alternatif dinilai menjadi langkah awal penting untuk menekan kerusakan lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *