Makkah, Jurnalekbis.com— Pencarian jemaah haji Indonesia atas nama Mohamad Firdaus (72), anggota kloter JKG 27, akhirnya mencapai titik akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan jemaah lansia tersebut ditemukan dalam kondisi wafat setelah sebelumnya dilaporkan terpisah dari rombongan di Tanah Suci.
Kabar duka itu disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Agama RI, Moh Hasan Afandi, dalam keterangan resmi kepada publik, Sabtu (23/5/2026). Pemerintah menyebut proses identifikasi dilakukan melalui koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi dan tim pencarian di lapangan.
“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Mohamad Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat,” ujar Hasan Afandi.
PPIH Arab Saudi menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya jemaah lanjut usia tersebut. Pemerintah juga memastikan seluruh hak ibadah almarhum tetap dipenuhi melalui mekanisme badal haji oleh petugas resmi.
“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” katanya.
Mohamad Firdaus diketahui merupakan jemaah asal Indonesia yang tergabung dalam kloter JKG 27. Selama proses pencarian berlangsung, tim haji Indonesia berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Jeddah, rumah sakit Arab Saudi, hingga aparat setempat untuk melacak keberadaan jemaah tersebut.
Kementerian Agama turut mengapresiasi dukungan masyarakat Indonesia yang ikut mendoakan proses pencarian sejak kabar hilangnya jemaah itu tersebar.
Kasus jemaah terpisah dari rombongan kembali menjadi perhatian serius pada musim haji tahun ini. Kepadatan aktivitas ibadah, kondisi cuaca ekstrem, serta faktor usia disebut menjadi risiko utama yang dihadapi jemaah lansia di Arab Saudi.
Karena itu, pemerintah meminta seluruh jemaah maupun petugas lebih aktif saling memperhatikan, terutama terhadap kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan riwayat kesehatan tertentu.
“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, kebingungan, atau kelelahan, segera sapa dan tanyakan kondisinya,” ujar Hasan Afandi.
PPIH juga mengimbau agar jemaah yang tersesat atau tidak mengetahui arah tujuan segera diarahkan ke pos layanan maupun petugas sektor terdekat. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah kasus kehilangan jemaah terulang kembali.
Selain itu, pemerintah meminta jemaah tidak sungkan meminta bantuan kepada petugas haji Indonesia yang bertugas di berbagai titik pelayanan di Makkah dan Madinah.
“Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci,” katanya.
Peristiwa wafatnya Mohamad Firdaus menjadi pengingat pentingnya pendampingan terhadap jemaah lanjut usia selama pelaksanaan ibadah haji. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu orang setiap musim haji, pengawasan dan solidaritas antarsesama jemaah menjadi faktor krusial demi keselamatan bersama.














