NewsNusantara

Nelayan Lombok Timur Ditemukan Tewas di Teluk Awang

×

Nelayan Lombok Timur Ditemukan Tewas di Teluk Awang

Sebarkan artikel ini
Nelayan Lombok Timur Ditemukan Tewas di Teluk Awang

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Setelah empat hari pencarian, Darmawan (46), nelayan asal Dusun Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Teluk Awang, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (28/5) pagi.

Korban ditemukan Tim SAR gabungan sekitar pukul 08.10 WITA dalam kondisi mengambang tidak jauh dari lokasi awal diduga terjatuh ke laut. Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak Selasa lalu.

Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gede Eka Suarjana, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar 10 meter dari titik perkiraan awal korban hilang.

“Korban sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju rumah duka di Desa Batu Nampar, Lombok Timur, untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Gede Eka, Kamis (28/5).

Baca Juga :  Pengamanan Haji NTB 2026 Matang, Kloter Perdana Siap Berangkat 22 April

Darmawan sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut seorang diri pada Senin (25/5) sore sekitar pukul 16.30 WITA. Namun sekitar pukul 19.30 WITA, warga justru menemukan sampan miliknya mengapung tanpa awak di perairan Teluk Awang.

Kondisi tersebut langsung memicu kepanikan warga dan nelayan setempat. Pencarian mandiri sempat dilakukan pada malam kejadian. Dalam proses pencarian awal, warga hanya menemukan pakaian korban di sekitar area keramba. Sementara tali pengikat sampan ditemukan dalam keadaan putus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjatuh ke laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi saat berusaha mengamankan perahunya. Saat kejadian, kondisi perairan di sekitar Teluk Awang disebut cukup ekstrem akibat angin kencang yang melanda wilayah pesisir selatan Lombok.

Baca Juga :  Posko Demokrat Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Hingga 12 Hari, Ribuan Warga Terbantu di Tengah Bencana

Mendapat laporan dari masyarakat, Kantor SAR Mataram melalui Unit Siaga SAR Mandalika langsung mengerahkan personel beserta peralatan pencarian ke lokasi kejadian sejak Selasa (26/5). Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan laut, area pesisir, hingga melakukan penyelaman di sekitar lokasi penemuan sampan.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Mandalika, Pos TNI AL Teluk Awang, Pos Polair Mandalika Polda NTB, Tagana Lombok Tengah, Unit SAR Lombok Timur, PMI Lombok Timur, dan masyarakat nelayan setempat.

Selama proses pencarian, tim menghadapi tantangan berupa cuaca yang tidak menentu dan gelombang laut yang cukup tinggi. Meski demikian, pencarian terus dilanjutkan hingga korban akhirnya ditemukan pada hari keempat.

Baca Juga :  Menlu Sugiono Kutuk Serangan di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur dan 3 Terluka

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama ketika kondisi cuaca buruk melanda perairan selatan NTB yang dikenal memiliki ombak cukup besar.

Pihak SAR juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut serta menggunakan perlengkapan keselamatan guna mengurangi risiko kecelakaan di laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *