Wamendagri Jajal Meja Catur CUKLI Buatan Warga Binaan Lapas Lombok Barat

Wamendagri Jajal Meja Catur CUKLI Buatan Warga Binaan Lapas Lombok Barat

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Karya warga binaan Lapas Kelas IIA Lombok Barat kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, secara langsung menjajal meja catur berbahan kayu berornamen CUKLI saat mengunjungi pusat promosi UMKM BALE KITA di Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7).

Kunjungan tersebut menjadi salah satu sorotan karena memperlihatkan hasil pembinaan warga binaan yang mampu menghasilkan produk kerajinan bernilai ekonomi dan memiliki kualitas bersaing. Selain mencoba meja catur CUKLI, Bima Arya juga mengamati Batik Tulis GEMBOK, karya lain yang diproduksi di dalam Lapas Lombok Barat.

Dalam agenda tersebut, Wamendagri didampingi Ketua Dekranasda Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, jajaran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, serta Ketua Dekranasda Provinsi Banten. Rombongan berkeliling melihat beragam produk unggulan UMKM yang dipamerkan di BALE KITA, termasuk hasil karya warga binaan.

Baca Juga :  BGN Ungkap Tunggakan Rp1,6 Triliun, Pengadaan Motor Listrik Masih Diselidiki

Menurut Bima Arya, BALE KITA menghadirkan konsep promosi yang mampu mempertemukan produk-produk lokal berkualitas dengan calon pasar yang lebih luas. Ia menilai keberadaan ruang promosi seperti ini penting untuk mempercepat pertumbuhan UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah.

“Hari ini kita diajak melihat BALE KITA. Barang-barangnya keren-keren. Saya mengapresiasi bagaimana seluruh tim di sini mengkurasi, mempromosikan, dan mendampingi teman-teman UMKM agar bisa naik kelas,” ujar Bima Arya.

Ia juga memberikan perhatian terhadap produk hasil pembinaan warga binaan yang dinilai memiliki peluang besar berkembang apabila terus didorong melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar.

Menurutnya, kerajinan yang diproduksi warga binaan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan apabila dipasarkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  NTB Jadi Lumbung Nasional, Bulog Targetkan Serapan 240.660 Ton Beras 2026

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyebut apresiasi yang diberikan Wamendagri menjadi dorongan positif bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat program pembinaan berbasis keterampilan dan kewirausahaan.

“Apresiasi dari Bapak Wamendagri menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan berdaya saing,” kata Fadli.

Program pembinaan di Lapas Lombok Barat selama ini diarahkan agar warga binaan memperoleh kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. Produksi kerajinan seperti meja catur CUKLI dan Batik Tulis GEMBOK menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian sekaligus membuka peluang usaha di masa depan.

Keikutsertaan produk Lapas Lombok Barat dalam pameran BALE KITA juga menunjukkan bahwa hasil pembinaan tidak hanya berhenti di lingkungan lembaga pemasyarakatan, tetapi mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui berbagai ajang promosi.

Baca Juga :  Konsumsi Energi Naik Saat Libur Isra Miraj, Pertamina Jamin Stok NTB

Momentum kunjungan Wamendagri diharapkan mampu memperluas kepercayaan publik terhadap kualitas produk karya warga binaan. Dukungan dari pemerintah, Dekranas, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar produk-produk tersebut mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai jual, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *