Mataram, Jurnalekbis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menyiapkan penguatan ekosistem koperasi modern sebagai fondasi baru perekonomian daerah. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mempelajari keberhasilan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dinilai mampu bertahan dan berkembang selama puluhan tahun melalui sistem agribisnis yang terintegrasi.
Strategi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam membangun Koperasi Desa Merah Putih, koperasi nelayan, hingga berbagai kelembagaan ekonomi masyarakat lainnya di NTB agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Kepala OJK NTB, Rudy Sulistyo, mengatakan kunjungan ke KAN Jabung dilakukan untuk menggali praktik terbaik dalam pengelolaan koperasi, terutama terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat dan keberlangsungan usaha.
“Kita mau ambil baiknya dari KAN Jabung seperti apa, kenapa dia bisa survive, dan bagaimana pemberdayaan ekonominya berjalan. Ini yang bisa kita contoh,” ujar Rudy, Kamis (18/6).
Dari hasil pembelajaran tersebut, OJK NTB menemukan tiga faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan koperasi, yakni kepastian pasar, produsen yang jelas, dan akses pembiayaan yang kuat.
Menurut Rudy, kepastian pasar menjadi aspek paling penting sebelum sebuah koperasi memulai proses produksi. Tanpa adanya pembeli yang jelas, kegiatan usaha berisiko mengalami stagnasi meski memiliki komoditas unggulan.
“Pastikan pasarnya dulu. Tiga pilar ini intinya mereka harus punya pasar, produsennya juga jelas, baru kemudian akses pembiayaannya. Di sinilah peran OJK untuk mencoba melakukan business matching,” jelasnya.
Untuk memperkuat akses pembiayaan, OJK NTB akan melibatkan sejumlah lembaga keuangan daerah, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Keterlibatan kedua institusi tersebut diharapkan mampu memperkuat modal usaha koperasi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi para anggotanya.
“Itu pasti kita libatkan juga. Biar mereka bisa support koperasi-koperasi ini lebih bagus,” katanya.
Meski KAN Jabung berkembang melalui sektor sapi perah, Rudy menilai NTB memiliki potensi ekonomi yang tidak kalah besar. Provinsi ini dikenal sebagai sentra sapi bali dan salah satu pemasok jagung nasional yang selama ini bahkan memasok kebutuhan industri di Malang.
Namun, menurutnya, potensi tersebut belum memberikan nilai tambah maksimal karena sistem perdagangan komoditas masih berjalan secara terpisah dan belum terintegrasi dalam kelembagaan koperasi yang kuat.
Ke depan, OJK berharap Koperasi Desa Merah Putih mampu membangun rantai pasok yang utuh, mulai dari penyediaan sarana produksi, pembiayaan, pengolahan hasil hingga pemasaran produk di dalam daerah.
“Harapan kami, dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, ekosistem ini bisa terbentuk dengan baik sehingga kita bisa mendukung produk di NTB sendiri,” ungkap Rudy.
Ia juga mencontohkan sistem koperasi pertanian di Jepang yang dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam model tersebut, petani hanya berfokus pada proses budidaya, sementara koperasi menangani penyediaan pupuk, distribusi hasil panen, hingga pemasaran.
“Petani hanya fokus bertani. Mereka dapat pupuk dari koperasinya, lalu menjual hasilnya ke koperasinya. Dengan begitu, petani pasti sejahtera,” tuturnya.
Menurut Rudy, koperasi yang mampu mengelola seluruh rantai pasok akan berkembang menjadi institusi ekonomi yang kuat. Selain memasok kebutuhan industri, koperasi juga berpeluang menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program strategis, termasuk penyediaan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai contoh, ia menyinggung keberhasilan Norinchukin Bank di Jepang yang berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan terbesar melalui dukungan terhadap sektor koperasi dan pertanian.
OJK NTB berharap model serupa dapat diadaptasi di daerah, dengan BPD mengambil peran sebagai penggerak pembiayaan bagi koperasi sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Itulah harapannya ke depan, BPD yang mirip-mirip Norinchukin Bank ini bisa ikut berpartisipasi aktif dalam ekonomi daerah,” pungkas Rudy.














