Jakarta, Jurnalekbis.com – Pemerintah memperkuat arah pembangunan olahraga nasional dengan memberikan perhatian lebih besar kepada atlet disabilitas, pembinaan usia dini, hingga persiapan jangka panjang menuju ajang internasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) usai melaporkan sejumlah program strategis kepada Presiden.
Menpora mengungkapkan, Presiden menaruh perhatian khusus terhadap pengembangan olahraga disabilitas yang selama ini dinilai memiliki potensi besar namun masih membutuhkan dukungan yang lebih sistematis.
“Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Salah satu program yang terus kita dorong adalah sertifikasi kepelatihan bagi mereka. Setelah menjadi pelatih, mereka bisa melatih dan berkontribusi lebih luas,” ujar Menpora.
Menurutnya, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 23,9 juta hingga 25,9 juta jiwa. Dari angka tersebut, sekitar 11 persen memiliki minat terhadap olahraga sehingga perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang.
Sebagai bentuk komitmen, Presiden juga berencana mengunjungi pusat pembinaan National Paralympic Committee (NPC) di Karanganyar yang hingga kini belum diresmikan.
“Kita harus memberikan seluruh warga Indonesia kesempatan yang sama. Itu yang disampaikan Bapak Presiden,” katanya.
Selain olahraga disabilitas, pembahasan juga difokuskan pada strategi pembangunan olahraga nasional dalam jangka panjang. Menpora menegaskan bahwa pembinaan atlet elite tidak dapat dilakukan dengan pola anggaran tahunan karena membutuhkan kesinambungan.
Ia mengusulkan agar program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menggunakan skema multi years. Usulan tersebut langsung mendapat dukungan Presiden.
“Pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun. Harus multi years agar persiapan menuju SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade berjalan optimal,” jelasnya.
Menpora menilai kebijakan tersebut penting karena Indonesia saat ini mulai menunjukkan peningkatan prestasi di berbagai cabang olahraga. Ia mencontohkan keberhasilan pecatur Indonesia yang mampu mengalahkan juara dunia, munculnya talenta muda di balap motor, hingga atlet skateboard berusia 13 tahun yang mulai berprestasi di level internasional.
Menurutnya, potensi tersebut harus dijaga melalui pembinaan berkelanjutan sehingga atlet memiliki jalur pengembangan yang jelas hingga mencapai level dunia.
Presiden juga disebut mendukung pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjadi pusat pembinaan atlet sejak usia sekolah.
Program tersebut dirancang untuk menjaring bibit atlet mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Dengan pola pembinaan sejak usia sekitar 8 hingga 10 tahun, pemerintah berharap regenerasi atlet nasional dapat berlangsung lebih terstruktur.
“Pembangunan Akademi Olahraga menjadi bagian yang sangat fundamental untuk masa depan olahraga Indonesia,” kata Menpora.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta perkembangan pembahasan mengenai program dana pensiun atlet. Menpora mengatakan skema tersebut masih terus disiapkan agar kesejahteraan atlet setelah pensiun dapat terjamin.
Di sektor sepak bola, Menpora melaporkan adanya respons positif dari FIFA terkait peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen FIFA kawasan ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober tahun ini.
Presiden, kata Menpora, mendukung penuh pencalonan Indonesia dan akan menyiapkan surat dukungan resmi sebagai bagian dari proses pengajuan kepada FIFA.
Selanjutnya, pemerintah akan mengoordinasikan berbagai kementerian terkait karena penyelenggaraan turnamen internasional membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari kebijakan perpajakan, layanan kesehatan, hingga aspek administrasi lainnya.
“Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan FIFA sudah memastikan tuan rumahnya. Saya yakin Indonesia memiliki peluang yang baik untuk mendapat kepercayaan tersebut,” ujar Menpora.
Melalui rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan sistem pembinaan olahraga Indonesia menjadi lebih berkelanjutan, inklusif, serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat dunia.














