Mori Hanafi: Pembalap NTB Sedang Naik Daun, Saatnya Pemerintah Turun Tangan

Mori Hanafi: Pembalap NTB Sedang Naik Daun, Saatnya Pemerintah Turun Tangan

Lombok Tengah, jurnalekbis.com – Ketua KONI Nusa Tenggara Barat (NTB), Mori Hanafi, menilai prestasi pembalap asal NTB tengah memasuki fase terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan sejumlah atlet menembus podium nasional hingga tampil di ajang internasional menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pembalap Indonesia.

Namun di balik capaian tersebut, Mori mengingatkan masih ada persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan, yakni minimnya dukungan pembiayaan bagi para atlet. Menurutnya, sebagian besar pembalap masih berjuang secara mandiri untuk mengikuti kejuaraan.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga terhadap pembalap-pembalap NTB. Sekarang pembalap NTB ini terus terang sedang naik daun. Bukan hanya yang kemarin naik podium, tetapi kita sudah memiliki banyak lapisan atlet yang siap bersaing,” kata Mori Hanafi saat ditemui di Sirkuit Mandalika.

Ia menjelaskan, perkembangan tersebut tidak terlepas dari keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit yang memberikan ruang latihan dan kompetisi dengan standar internasional. Selain itu, pembinaan yang dilakukan para pelatih dinilai mulai menunjukkan hasil nyata.

Baca Juga :  Suzuki V-Strom 250SX: Motor Adventure 250cc Paling Worth It untuk Libas Semua Medan

Menurut Mori, NTB kini tidak lagi bergantung pada satu atau dua nama besar. Regenerasi pembalap mulai berjalan sehingga peluang melahirkan juara baru semakin terbuka.

“Ini berkah karena kita memiliki sirkuit berstandar internasional. Di samping itu juga hasil kerja keras para pelatih. Saya yakin ke depan pembalap NTB bisa menjadi juara, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap masa depan olahraga balap di NTB, Mori mengakui tantangan terbesar tetap berada pada aspek pendanaan. Ia menyebut balap motor merupakan cabang olahraga dengan biaya operasional yang sangat tinggi.

Menurutnya, pengeluaran tidak hanya muncul saat mengikuti perlombaan, tetapi juga selama proses latihan. Ban balap, misalnya, hanya mampu digunakan dalam beberapa sesi sebelum harus diganti dengan yang baru. Belum termasuk kebutuhan suku cadang, bahan bakar, perawatan motor, hingga biaya perjalanan mengikuti kejuaraan.

“Ini olahraga mahal. Untuk latihan saja biaya sudah besar. Ban hanya bisa dipakai dua kali latihan, sementara harganya mahal. Belum sparepart, bensin, dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  GT Asia Mengguncang Mandalika! 68 Pembalap Internasional Siap Berlaga

Karena itu, Mori menegaskan sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap atlet balap NTB yang telah mengharumkan nama daerah.

“Dengan munculnya atlet-atlet kita di tingkat nasional bahkan internasional, wajib hukumnya pemerintah memberikan dukungan. Ini perlu kita pikirkan bersama,” tegasnya.

Ia mengaku telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pariwisata NTB mengenai peluang memperkuat dukungan terhadap pembalap muda, baik melalui pembinaan maupun bantuan anggaran.

Sebagai Ketua KONI NTB, Mori mengatakan organisasinya tetap memberikan bantuan kepada atlet. Namun kemampuan anggaran KONI masih sangat terbatas dibanding kebutuhan riil di lapangan.

“Kalau dari KONI pasti ada bantuan, tetapi jumlahnya tidak memadai. Kalau kebutuhannya sekitar Rp200 juta, mungkin kami hanya mampu membantu sekitar Rp20 juta. Jauh dari kebutuhan sebenarnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mori juga menyampaikan bahwa dirinya hadir di Sirkuit Mandalika tidak hanya sebagai Ketua KONI NTB, tetapi juga sebagai anggota DPR RI Komisi V. Ia ingin memastikan kondisi fasilitas yang dibangun pemerintah pusat tetap terjaga dengan baik sebagai aset strategis untuk pengembangan olahraga otomotif nasional.

Baca Juga :  Transformasi Honda PCX 160: Modifikasi Hotrod Nyentrik dari Bali

Menurutnya, apabila pembinaan atlet berjalan seiring dengan dukungan anggaran dan pemanfaatan fasilitas internasional seperti Sirkuit Mandalika, NTB berpeluang menjadi pusat lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *