Gubernur NTB Pakai Adat Manggarai Saat Upacara HUT ke-81 RI

Gubernur NTB Pakai Adat Manggarai Saat Upacara HUT ke-81 RI

Mataram, Jurnalekbis.com  — Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, Senin (17/8/2026), berlangsung khidmat.

Namun, ada pemandangan berbeda dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang bertindak sebagai inspektur upacara mengenakan pakaian adat Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pilihan busana tersebut bukan sekadar bagian dari perayaan budaya. Di balik pakaian adat itu, Gubernur Iqbal menyampaikan pesan solidaritas untuk masyarakat Manggarai yang tengah menghadapi bencana alam.

“Pakaian adat Manggarai ini kami kenakan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Manggarai yang sedang menghadapi bencana,” ujar Lalu Muhamad Iqbal usai upacara, didampingi Ketua TP-PKK NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal.

Baca Juga :  Teluk Ekas Disulap Jadi Kampung Nelayan Modern, 50 Kapal hingga Cold Storage Disiapkan

Menurutnya, keputusan tersebut ingin menegaskan bahwa masyarakat Manggarai tidak menghadapi situasi sulit seorang diri.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai tidak sendiri. Kita bersama-sama dengan mereka dalam situasi sulit ini,” katanya.

Pesan tersebut memberi warna tersendiri pada peringatan kemerdekaan di NTB. Momentum 17 Agustus tidak hanya menjadi seremoni pengibaran Merah Putih, tetapi juga ruang untuk menunjukkan kepedulian lintas daerah ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.

Di sisi lain, jalannya upacara turut dimeriahkan 28 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi NTB. Mereka merupakan pelajar terpilih yang berasal dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan jumlah perwakilan terbanyak, yakni empat pelajar.

Baca Juga :  Polisi Penolong: Ditpolairud Polda NTB Bagi Bansos untuk Nelayan Pesisir, Bukti Polri Hadir untuk Rakyat

Sementara Kota Bima, Kabupaten Bima, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa masing-masing mengirim tiga anggota.

Adapun Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, dan Lombok Utara masing-masing diwakili dua pelajar terbaik.

Di balik langkah tegap para Paskibraka, terselip cerita tentang anak-anak muda dari berbagai penjuru NTB yang dipercaya membawa simbol kehormatan dalam peringatan kemerdekaan.

Bagi mereka, mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar tugas upacara. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk membawa nama daerah sekaligus merawat semangat persatuan di tengah keberagaman NTB.

Peringatan HUT ke-81 RI di NTB akhirnya tidak hanya berbicara tentang masa lalu dan perjuangan kemerdekaan. Pesan yang muncul dari halaman Kantor Gubernur NTB adalah tentang solidaritas: bahwa kemerdekaan juga berarti hadir dan saling menguatkan ketika sesama warga Indonesia menghadapi masa sulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *