ITDC Gerakkan BUMN Bantu Korban Kebakaran Sade, Bantuan Rp2 Miliar Disiapkan

ITDC Gerakkan BUMN Bantu Korban Kebakaran Sade, Bantuan Rp2 Miliar Disiapkan

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Penanganan warga terdampak kebakaran Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, terus bergerak. Hingga Selasa (25/8), sebanyak 75 rumah tercatat terdampak, disusul sejumlah fasilitas masyarakat dan pendukung pariwisata.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kini menjadi salah satu pihak yang mengoordinasikan bantuan tanggap darurat, termasuk menghimpun dukungan dari 32 BUMN yang beroperasi di NTB.

Selain bantuan ITDC, dukungan senilai Rp2 miliar juga disiapkan Sapo Development, salah satu investor di kawasan The Mandalika, untuk membantu masyarakat Kampung Adat Sasak Sade.

Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan, fokus utama saat ini adalah memastikan bantuan yang datang sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Sejak malam kejadian, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak,” ujar Troy.

Menurut dia, ITDC juga bertugas mengoordinasikan dukungan dari berbagai BUMN dan pihak lain agar bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Banpang NTB Terealisasi 81,29 Persen, Lombok Timur Tertinggi

“Fokus kami adalah membantu mengkoordinasikan dukungan dari 32 BUMN yang beroperasi di NTB, maupun berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.

Bantuan Bergerak Sejak Malam Kebakaran

Respons ITDC dimulai beberapa jam setelah kebakaran terjadi pada Sabtu (22/8) malam. Satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga mobil tangki dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.

Sehari setelah kejadian, Minggu (23/8), ITDC menyalurkan 700 paket makanan siap konsumsi, air mineral, alas tidur, serta kebutuhan bayi.

Bantuan kemudian diperluas pada Senin (24/8). Sebanyak 45 kasur lipat berbagai ukuran, 50 selimut, 240 paket kebutuhan sanitasi menstruasi, dan 240 popok bayi disalurkan kepada warga terdampak.

Dukungan serupa datang dari sejumlah perusahaan pelat merah. PT PLN (Persero) menyalurkan 150 paket sembako dan kebutuhan dasar. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan kasur lipat, selimut, karpet tidur, air mineral, bahan pangan hingga perlengkapan ibadah.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut mengirimkan bahan pangan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga :  465 Pramuka NTB Berangkat ke Jamnas XII Cibubur

Solidaritas dari Ekosistem Mandalika

Bantuan tidak hanya berasal dari BUMN. Komunitas Bazaar Mandalika telah menyalurkan bantuan tahap pertama pada Minggu (23/8), berupa uang tunai, bahan pangan, pakaian, kebutuhan bayi dan perlengkapan kebersihan.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Wakil Bupati Lombok Tengah dan Kepala Desa Rembitan.

Sapo Development juga menyatakan komitmen memberikan bantuan Rp2 miliar bagi Kampung Adat Sasak Sade.

Troy mengapresiasi keterlibatan BUMN, investor, komunitas, tenant hingga masyarakat yang ikut membantu warga.

“Kolaborasi ini mencerminkan semangat bahwa pengembangan The Mandalika berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

75 Rumah dan Fasilitas Wisata Terdampak

Pendataan sementara menunjukkan dampak kebakaran cukup luas. Selain 75 rumah, api juga berdampak pada satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, serta gerbang Desa Adat Sade.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan posko tanggap darurat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan.

Baca Juga :  Bulog NTB Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadhan

Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah ditunjuk sebagai Kepala Posko. Dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

ITDC menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BUMN dan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan aktual masyarakat.

“Prioritas kita saat ini adalah masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat dan menjadi bagian dari semangat bersama untuk mendampingi masyarakat melalui proses pemulihan,” kata Troy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *