Gus Kikin Terpilih, NU Siapkan Langkah Baru di Abad Kedua

Gus Kikin Terpilih, NU Siapkan Langkah Baru di Abad Kedua

Jombang, Jurnalekbis.com— KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031. Usai terpilih, Gus Kikin langsung menyoroti pentingnya persatuan, ukhuwah, serta penguatan kembali pedoman dasar NU dalam menjalani perjalanan organisasi memasuki abad kedua.

Gus Kikin menyebut pelaksanaan Muktamar NU kali ini berlangsung lancar, mulai dari persidangan hingga pembahasan sejumlah agenda organisasi. Menurut dia, berbagai persoalan yang muncul dalam forum dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluar bersama.

“Banyak solusi-solusi yang bisa dicapai di dalam pembahasan-pembahasan ini,” kata Gus Kikin.

Ia juga menilai suasana kebersamaan menjadi salah satu hal yang menonjol dalam muktamar. Bahkan, para peserta tetap bertahan mengikuti rangkaian pembahasan hingga dini hari meski sebagian agenda berlangsung sangat panjang.

Baca Juga :  ITDC Tutup Berkah Ramadhan Seru 2024 dengan Berbagi Kebaikan

Gus Kikin mengungkapkan, proses voting yang berlangsung hingga pagi membuat para peserta hanya sempat beristirahat untuk melaksanakan salat Subuh sebelum kembali melanjutkan agenda.

“Jadi akhirnya break hanya salat Subuh, habis itu kita lanjut lagi, dan berakhir tadi kurang lebih menjelang jam 8 pagi,” ujarnya.

Di tengah momentum pergantian kepemimpinan tersebut, Gus Kikin membawa satu gagasan yang dinilainya penting untuk masa depan NU, yakni menghidupkan kembali Qanun Asasi karya Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Menurut Gus Kikin, Qanun Asasi ditulis pada 1926 dan diselesaikan pada 1928. Dokumen tersebut menjadi salah satu landasan awal perjalanan NU, termasuk sebagai pedoman dalam manhaj, fikrah, dan harakah organisasi.

Namun, keberadaan Qanun Asasi sempat tidak lagi digunakan ketika NU menjadi partai politik pada 1952. Setelah NU kembali ke khittah pada 1984, upaya untuk mengembalikan pedoman tersebut kembali muncul.

Baca Juga :  Turis Inggris Tenggelam di Pantai Krandangan 2, Ayah Tewas Setelah 18 Menit Dicari

Gus Kikin mengatakan, tiga tahun lalu pihak Tebuireng menemukan bagian-bagian Qanun Asasi yang sebelumnya hilang, termasuk bab kedua, ketiga, dan keempat. Bagian tersebut kemudian dirangkai kembali bersama bagian yang telah ditemukan sebelumnya menjadi satu buku.

“Buku itu yang saya rasanya kalau mengharapkan buku itulah yang akan menjadikan panduan bagi NU, kegiatan-kegiatan NU di masa yang akan datang,” katanya.

Gus Kikin melihat Qanun Asasi bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi dapat menjadi rujukan untuk memperkuat arah organisasi di tengah perjalanan NU memasuki abad kedua.

Ia berharap semangat tersebut mampu memperkuat persatuan di tingkat akar rumput. Dengan basis massa NU yang besar, ia ingin organisasi tersebut ikut menciptakan masyarakat yang lebih tenang, guyub, dan solid.

Baca Juga :  PLN Kerahkan Sekala Penuh, Listrik Aceh Dipulihkan 24 Jam

“Tujuan yang utama adalah untuk khidmat kepada masyarakat, untuk kemaslahatan umat yang kita miliki,” ujar Gus Kikin.

Kepemimpinan baru PBNU periode 2026–2031 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali kebersamaan internal sekaligus memperbesar kontribusi NU bagi masyarakat dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *