Mataram, Jurnalekbis.com — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru setelah kepengurusan Pengurus Wilayah (PW) KAMMI NTB periode 2026–2028 resmi dilantik bersama Pengurus Daerah (PD) KAMMI Mataram, Sabtu, 5 September 2026.
Ketua Umum PW KAMMI NTB, Yudistira, S.Pd., M.Pd., menegaskan organisasi mahasiswa tersebut tidak ingin berhenti pada aktivitas kritik. KAMMI NTB, kata dia, harus mampu menghadirkan gagasan, melakukan advokasi, memberikan edukasi, hingga menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Yudistira dalam agenda pelantikan yang mengusung tema “Menguatkan Gerakan, Mencetak Pemimpin Muda Islam, Merawat Negeri.”
“KAMMI tidak boleh hanya hadir untuk mengkritik. Kita harus hadir dengan gagasan, melakukan advokasi, memberikan edukasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi. Karena bagi kami, gerakan mahasiswa harus memiliki keberpihakan yang nyata kepada masyarakat,” ujar Yudistira.
Menurut Yudistira, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan sosial dan perkembangan teknologi berjalan cepat, sementara persoalan politik, ekonomi, pendidikan, serta moral turut membutuhkan perhatian.
Kondisi tersebut dinilai membutuhkan figur muda yang tidak hanya mampu membaca persoalan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peran dalam menyelesaikannya.
Karena itu, kepengurusan baru PW KAMMI NTB akan diarahkan pada penguatan organisasi sekaligus memperluas jejaring kerja sama. Kolaborasi akan dibangun dengan pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, alumni, masyarakat sipil, dan berbagai elemen lainnya.
Bagi KAMMI NTB, penguatan gerakan tidak sekadar menyangkut konsolidasi internal. Kapasitas intelektual kader, kualitas kaderisasi, kelembagaan, serta jaringan organisasi menjadi bagian penting yang akan diperkuat selama periode kepengurusan 2026–2028.
Kaderisasi juga ditempatkan sebagai salah satu fokus utama. KAMMI ingin melahirkan aktivis yang memiliki kemampuan kepemimpinan sekaligus integritas dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Ketua Alumni KAMMI Pusat, H. Suryadi Jaya Purnama, S.T., M.Si., dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya kesinambungan proses kaderisasi.
Ia menilai nilai-nilai perjuangan organisasi perlu tetap dijaga agar proses pembentukan kader tidak berhenti pada aktivitas organisasi semata. Kader KAMMI diharapkan memiliki kapasitas intelektual, integritas, serta kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa.
Sementara itu, unsur Polda NTB yang hadir melalui AKBP H. Zamroni, S.Ag., selaku Wadir Binmas Polda NTB, turut menyampaikan pesan mengenai peran generasi muda dalam menjaga kondisi sosial yang kondusif.
Pelantikan tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI Dapil NTB H. Abdul Hadi, S.E., M.M.; Ketua Alumni KAMMI Pusat H. Suryadi Jaya Purnama, S.T., M.Si.; serta Ketua KAMMI Pusat Ahmad Jundi Khalifatullah, M.Km.
Kehadiran sejumlah tokoh tersebut memperlihatkan adanya ruang komunikasi antara gerakan mahasiswa dengan berbagai unsur di daerah. Bagi KAMMI NTB, ruang tersebut dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih konkret dalam menjawab persoalan publik.
Tema “Mencetak Pemimpin Muda Islam” menjadi penekanan lain dalam kepengurusan baru. KAMMI tidak hanya menargetkan lahirnya aktivis yang mampu menyampaikan kritik, tetapi juga kader yang siap mengambil tanggung jawab dan terlibat dalam kehidupan masyarakat.
Adapun semangat “Merawat Negeri” diarahkan pada kontribusi yang lebih luas. Kerja sosial, advokasi kebijakan, pendidikan masyarakat, pengabdian, dan kegiatan lain yang menyentuh kepentingan publik menjadi ruang bagi kader untuk menerjemahkan nilai gerakan dalam bentuk nyata.
Dengan pelantikan tersebut, Yudistira bersama jajaran PW KAMMI NTB periode 2026–2028 kini memiliki mandat untuk menjalankan agenda organisasi selama dua tahun ke depan.
Tantangannya bukan hanya menjaga soliditas internal, tetapi juga membuktikan bahwa gerakan mahasiswa mampu hadir di tengah persoalan masyarakat.
KAMMI NTB pun membawa tiga pesan utama dari periode barunya: memperkuat gerakan, mencetak pemimpin muda Islam, dan merawat negeri melalui kontribusi nyata.













