Jurnalekbis.com — Rinda Maviesta alias Ni Nyoman Ayu masih menunggu kabar suaminya, I Putu Angga Santyana, yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Putu Angga hingga kini belum ditemukan setelah kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu mengalami kecelakaan.
Di tengah proses pencarian, Rinda masih memegang satu keyakinan. Ia percaya suaminya selamat dan mampu bertahan hingga tim pencari menemukannya.
“Harapannya semoga suami saya cepat ditemukan, karena saya yakin suami saya selamat. Masih bertahan, dia pasti pulang nanti buat kumpul sama keluarga,” ujar Rinda.
Rinda mengungkap komunikasi terakhir dengan Putu Angga terjadi pada Sabtu malam, 12 September 2026, sekitar pukul 22.00 Wita.
Saat itu, Putu Angga sedang menjalankan piket untuk menjaga bagian mesin kapal.
Seperti biasanya, Rinda menghubungi suaminya setelah Putu Angga menyelesaikan tugas jaga. Keduanya berbicara melalui telepon dan video call. Dalam percakapan tersebut, Putu Angga sempat menanyakan kabar anak mereka.
Pasangan itu memiliki seorang putri bernama Ni Putu Arsilin Gangga Mata yang masih berusia tiga tahun.
Tidak ada tanda khusus yang membuat Rinda menyangka komunikasi malam itu menjadi percakapan terakhir mereka.
Bahkan, beberapa jam sebelumnya, Putu Angga sempat mengeluhkan kondisi pelayaran.
“Siangnya dia cuma bilang, ‘Duh, saya pusing ini ombaknya besar sekali,’” kata Rinda.
Mendengar keluhan tersebut, Rinda meminta suaminya beristirahat.
“Iya, udah saya tidur ini,” jawab Putu Angga saat itu.
Menurut Rinda, kapal sudah meninggalkan Surabaya sekitar pukul 19.30 Wita dan melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin.
Pada Sabtu malam, komunikasi keduanya masih berjalan normal. Rinda kembali berbicara dengan suaminya sekitar pukul 22.30 Wita.
Dalam percakapan itu, Rinda meminta Putu Angga berbicara dengan anak mereka.
“Mana anaknya?” tanya Putu Angga.
Rinda kemudian mengatakan anaknya belum bersama dirinya saat itu. Putu Angga pun berjanji akan kembali menelepon setelah menyelesaikan tugas jaga.
“Nanti deh, nanti habis jaga Papa telepon,” kata Putu Angga, sebagaimana ditirukan Rinda.
Menjelang pukul 23.00 Wita, Rinda mengirim foto anak mereka melalui pesan singkat. Dalam foto tersebut, putrinya terlihat belum tidur.
“Adek enggak mau tidur,” tulis Rinda kepada suaminya.
Putu Angga masih sempat membalas pesan tersebut.
“Galak-galak… Kenapa enggak mau tidur, Yang?” demikian isi balasannya.
Setelah itu, komunikasi terputus.
Sekitar pukul 00.30 Wita, Rinda kembali mencoba menghubungi suaminya. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat jawaban.
Rinda sempat berpikir Putu Angga sudah tidur setelah menyelesaikan tugas jaga.
Sekitar pukul 02.30 Wita, Rinda kembali terbangun dan memeriksa telepon selulernya. Ia mengirim pesan kepada suaminya, tetapi pesan tersebut hanya menunjukkan satu tanda centang.
Rinda kembali mengira suaminya sedang beristirahat.
Kabar mengenai kecelakaan kapal justru diketahui Rinda pada Minggu pagi.
Saat melihat TikTok sekitar pukul 09.30 Wita, ia menemukan siaran langsung yang membahas sebuah kapal tenggelam.
Rinda kemudian melihat informasi yang menyebut kapal Virgo mengalami kecelakaan.
Ia mencoba memastikan nama kapal tersebut melalui kolom komentar.
“Virgo berapa, Bang?” tulis Rinda.
Jawaban yang diterimanya membuat dunia Rinda seakan runtuh.
“Virgo Transport 8,” demikian jawaban yang ia terima.
Sejak saat itu, Rinda berusaha mendapatkan informasi mengenai keberadaan suaminya.
Pihak perusahaan, kata Rinda, meminta keluarga bersabar sambil menunggu proses pencarian yang dilakukan Basarnas.
Rinda sebenarnya ingin berangkat menuju posko pencarian. Namun, ia mengurungkan niat tersebut karena harus menjaga dua anaknya.
“Saya dari Lombok. Biar langsung ke posko, biar tahu perkembangan pencariannya,” kata Rinda saat berkomunikasi dengan pihak perusahaan.
Pihak perusahaan kemudian menyarankan Rinda tetap berada di rumah karena mempertimbangkan kondisi anak-anaknya. Informasi perkembangan pencarian akan disampaikan melalui WhatsApp.
Untuk sementara, Rinda memilih menunggu kabar dari rumah. Mertuanya bersama salah seorang iparnya dijadwalkan berangkat menuju lokasi untuk mengikuti perkembangan pencarian.
Sementara itu, Rinda terus berharap tim SAR segera menemukan Putu Angga.
Bagi Rinda, kepastian mengenai keberadaan suaminya menjadi hal yang paling dinantikan keluarga.
Ia masih menyimpan harapan bahwa Putu Angga dapat kembali dan berkumpul bersama keluarga, terutama dengan putri mereka yang masih berusia tiga tahun.












