Jurnalekbis – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperbesar ruang bagi talenta lokal untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan perputaran roda ekonomi dari ajang balap motor internasional tersebut, dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat daerah, sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan dalam pengelolaan iven berskala global.
Penyelenggaraan ajang internasional tahun ini membutuhkan sekitar 400 marshal dan 2.500 volunteer. Tingginya minat generasi muda daerah terlihat dari jumlah pendaftar volunteer yang telah menembus angka lebih dari 4.000 orang. Antusiasme tersebut menjadi sorotan utama Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat memimpin Rapat Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Senin, 14 September 2026.
“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” ujar Gubernur Iqbal.
Menurut Iqbal, anak-anak muda di NTB memiliki kompetensi yang memadai dan layak mendapatkan kesempatan berperan dalam iven berstandar internasional. Keterlibatan mereka sebagai marshal maupun volunteer dinilai bukan sekadar kesempatan bekerja sementara, melainkan proses pembelajaran langsung terhadap standar kerja profesional, disiplin, pelayanan, koordinasi, hingga manajemen iven dunia.
“Pengalaman dan pengetahuan tersebut akan tetap dimiliki talenta NTB bahkan setelah MotoGP berakhir,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki tersebut.
Perluasan Pasar UMKM Lokal
Selain pelibatan tenaga kerja, fokus pemerintah daerah juga diarahkan pada perluasan manfaat ekonomi melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Iqbal meminta agar sektor kuliner, kerajinan tangan, produk kreatif, dan berbagai komoditas unggulan daerah memperoleh ruang strategis selama rangkaian iven berlangsung. Kebijakan ini diharapkan mampu memaksimalkan penyerapan nilai ekonomi dari kedatangan ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara di kawasan Mandalika.
Kesiapan Infrastruktur dan Semangat Baru
Dari sisi teknis penyelenggaraan, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Reza Warokka menyatakan bahwa persiapan MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai sekitar 80 persen. Saat ini, panitia tengah merampungkan sejumlah penyempurnaan fasilitas sirkuit, infrastruktur pendukung, sistem kelistrikan, penataan akomodasi, aspek keamanan, hingga manajemen transportasi.
Penyelenggaraan tahun ini juga mengusung narasi yang lebih spesifik. Jika pada edisi sebelumnya mengusung semangat “Dari Indonesia Mendunia”, maka pada perhelatan 2026 penyelenggara menetapkan semangat baru yaitu “Dari Mandalika Mendunia.”
“Kalau tahun sebelumnya kita membawa semangat Dari Indonesia Mendunia, tahun ini kita ingin lebih spesifik, Dari Mandalika Mendunia,” ungkap Troy.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa kawasan Mandalika tidak sekadar berfungsi sebagai panggung untuk memperkenalkan potensi pariwisata NTB ke kancah global. Lebih dari itu, kawasan ini menjadi wadah pembuktian bahwa sumber daya manusia lokal memiliki kapasitas andal dalam menggerakkan ekosistem iven internasional.
“Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin besar pula modal NTB untuk membangun sumber daya manusia yang mampu menangani berbagai iven berskala nasional maupun global,” pungkas Iqbal.












