Gara-Gara Setoran Truk, Sopir Dibakar Bos hingga Luka 70 Persen

Gara-Gara Setoran Truk, Sopir Dibakar Bos hingga Luka 70 Persen
Gara-Gara Setoran Truk, Sopir Dibakar Bos hingga Luka 70 Persen

Jurnalekbis.com – Seorang sopir truk asal Dusun Susut, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, I Gede Slamet, mengalami luka bakar serius setelah diduga dibakar oleh bosnya sendiri. Korban mengalami luka bakar sekitar 70 persen dan kini mendapat perawatan di RSUP Prof Ngurah Denpasar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (18/9/2026). Polisi menduga persoalan uang setoran truk menjadi pemicu aksi kekerasan tersebut.

Slamet sebelumnya tidak bekerja karena sedang sakit. Ia bahkan hanya terbaring di kamar dan belum sempat menyerahkan uang setoran kepada bosnya.

Situasi itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku mendatangi kamar korban ketika Slamet sedang beristirahat.

Terduga pelaku kemudian menyiramkan bensin ke tubuh korban. Setelah itu, api menyambar tubuh Slamet sekaligus bagian kamar tempat korban berbaring.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Mereka membawa korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan awal.

Namun, kondisi korban cukup parah. Setelah mendapat perawatan medis, Slamet kemudian dibawa ke RSUD Karangasem.

Tim dokter RSUD Karangasem selanjutnya merujuk korban ke RSUP Prof Ngurah Denpasar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut akibat luka bakar yang cukup luas.

Polisi Amankan Terduga Pelaku

Polsek Selat langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Polisi kemudian mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku pembakaran.

Kapolsek Selat AKP Ida Bagus Astapa membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut polisi telah menangani kasus itu dan korban sudah menjalani rujukan ke rumah sakit di Denpasar.

“Ya, memang benar adanya kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh warga dan saat ini korban sudah dirujuk ke RSUP Prof Ngurah Denpasar,” kata AKP Ida Bagus, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, polisi menduga persoalan uang menjadi latar belakang kejadian. Namun, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk memastikan duduk perkara secara menyeluruh.

“Sementara untuk pelaku sendiri sudah diamankan di Polsek Selat,” ujarnya.

Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga lokasi tetap steril sekaligus mendukung proses pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti.

Korban Saat Itu Sedang Sakit

Sebelum kejadian, Slamet disebut tidak bekerja selama beberapa hari karena mengalami sakit. Kondisinya membuat korban lebih banyak beristirahat di kamar.

Pada saat itulah persoalan uang setoran truk diduga muncul. Korban belum menyerahkan uang yang dipersoalkan kepada bosnya karena belum kembali bekerja.

Situasi kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka bakar serius.

Polisi masih memeriksa terduga pelaku dan sejumlah saksi untuk mengungkap secara rinci apa yang terjadi sebelum pembakaran.

Penyidik juga masih mendalami sumber persoalan uang, kronologi saat terduga pelaku mendatangi kamar korban, serta tindakan yang dilakukan sebelum api menyambar tubuh korban.

Hingga Sabtu (19/9/2026), korban masih menjalani penanganan medis di RSUP Prof Ngurah Denpasar.

Sementara itu, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Selat. Polisi belum menyampaikan secara rinci pasal yang akan diterapkan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Kasus sopir truk dibakar bos tersebut kini menjadi perhatian aparat untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian berdasarkan keterangan saksi, kondisi korban, serta barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *