Jurnalekbis.com — Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa pulang dua penghargaan dari Kriyanusa 2026. NTB meraih predikat Stand Terfavorit dan Juara I Kriya Berbahan Kayu melalui kerajinan cukli. Prestasi ini memperkuat posisi kerajinan NTB sekaligus membuka peluang lebih besar untuk memperluas pasar produk lokal.
Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi para pengrajin untuk meningkatkan kualitas dan menciptakan produk yang lebih inovatif.
Menurut Sinta, penghargaan di Kriyanusa 2026 bukan sekadar pencapaian. Ajang tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan karya pengrajin NTB kepada pasar yang lebih luas.
“Prestasi yang diraih oleh NTB di event Kriyanusa 2026 merupakan sebuah pencapaian dan motivasi untuk pengrajin di NTB untuk terus berkarya dan menghasilkan produk-produk inovatif,” ujar Sinta.
Ia menilai kerajinan NTB memiliki peluang menembus pasar global jika pengrajin terus memperbaiki kualitas dan mengembangkan desain sesuai kebutuhan pasar.
Capaian tersebut juga melibatkan 10 kabupaten/kota di NTB. Masing-masing daerah membawa potensi dan produk kerajinan yang berbeda sehingga memperlihatkan kekayaan karya lokal dalam satu etalase.
Sinta menyebut keterlibatan seluruh daerah menjadi salah satu kekuatan NTB dalam mengikuti ajang tersebut. Menurut dia, pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri untuk mengembangkan industri kerajinan.
“Jadi apa yang sudah kita lakukan ini semuanya sebenarnya tidak provinsi saja, tetapi ini dilakukan bersama-sama dengan seluruhnya, dengan 10 kabupaten/kota,” katanya.
Ia kemudian mengajak para pengrajin mempertahankan momentum tersebut dengan memperkuat kualitas produk. Bagi Sinta, pengakuan di tingkat nasional harus menjadi pijakan untuk menghasilkan karya yang semakin kompetitif.
“Selamat buat seluruh teman-teman pengrajin se-Provinsi NTB. Hasil karya kita sudah mulai dikenal. Ayo kita sama-sama lagi memperbaiki kualitas kerajinan kita supaya ke depannya kerajinan kita semakin bisa diterima lagi,” ujarnya.
Bidang Kemitraan Dekranasda NTB Wira Adiputra juga menilai penghargaan tersebut memberikan energi baru bagi pengrajin. Ia mendorong pelaku usaha kerajinan terus berinovasi agar produk NTB tidak berhenti pada pasar domestik.
“Ini adalah momentum untuk membawa kemajuan bagi pengrajin-pengrajin di NTB, dan saya percaya ini merupakan langkah baru untuk menembus pasar global,” ujar Wira.
Kerajinan cukli menjadi salah satu produk yang mendapat sorotan dalam Kriyanusa 2026. Teknik khas pada produk berbahan kayu tersebut menjadi bagian dari kekayaan kerajinan NTB yang terus dikembangkan.
Setelah meraih dua penghargaan, tantangan berikutnya ialah menjaga konsistensi kualitas, memperkuat inovasi, serta memperluas akses pasar. Kolaborasi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Dekranasda, dan pengrajin akan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Sinta berharap capaian Kriyanusa 2026 tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi pemicu bagi lebih banyak produk kerajinan NTB untuk tampil di tingkat nasional hingga global.
“Insyaallah tahun depan kita akan membuat kolaborasi kita menjadi lebih kuat lagi. Ingat, kolaborasi adalah kunci,” pungkas Sinta.












