Jurnalekbis.com – Kodim Mataram mengingatkan masyarakat yang mengikuti proses penerimaan prajurit TNI agar tidak menggunakan jasa calo. Pasi Pers Kodim Mataram, Mayor Cpl Annas, menegaskan bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya dan meminta calon peserta menyampaikan pertanyaan langsung kepada petugas resmi.
Peringatan tersebut disampaikan untuk mencegah praktik percaloan yang berpotensi merugikan masyarakat, terutama calon peserta yang berharap dapat bergabung dengan TNI.
“Penerimaan ini insya Allah bersih,” kata Mayor Cpl Annas, Jumat (23/10)
Ia mengatakan, pihaknya telah mengingatkan tim yang bertugas di Kodim Mataram agar menyampaikan pesan tersebut kepada para pendaftar. Calon peserta diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Menurut Annas, masyarakat sebaiknya menanyakan langsung setiap informasi yang belum jelas kepada petugas terkait. Langkah itu penting agar calon peserta tidak menjadi korban penipuan berkedok bantuan masuk TNI.
Pendaftaran Tidak Dipungut Biaya
Annas menegaskan, proses pendaftaran tidak memungut biaya. Calon peserta memang perlu menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan, termasuk mencetak dan memfotokopi berkas secara mandiri.
Namun, biaya pribadi untuk menyiapkan dokumen tersebut berbeda dengan pungutan resmi pendaftaran. Karena itu, ia meminta masyarakat memahami perbedaan tersebut dan tidak mengaitkan pengeluaran untuk fotokopi dengan biaya penerimaan prajurit.
“Tidak dipungut biaya,” tegas Annas saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai biaya pendaftaran.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses administrasi. Menurutnya, kejelasan informasi mengenai persyaratan dan pengeluaran calon peserta dapat mencegah kesalahpahaman yang berpotensi merugikan institusi maupun masyarakat.
Masyarakat Diminta Tidak Percaya Janji Kelulusan
Praktik percaloan dalam rekrutmen dapat menimbulkan kerugian finansial bagi calon peserta dan keluarganya. Modusnya bisa berupa tawaran bantuan mengurus berkas, akses khusus, hingga janji meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.
Karena itu, calon prajurit perlu memastikan setiap informasi melalui jalur resmi dan tidak menyerahkan uang kepada pihak yang mengaku dapat memengaruhi hasil seleksi.
Annas meminta calon peserta segera mencari klarifikasi apabila menemukan informasi yang meragukan atau mendapat tawaran mencurigakan.
“Kalau ada hal-hal lain yang ditanyakan, tanyakan langsung,” ujarnya.
Masyarakat juga perlu menyimpan bukti komunikasi apabila menemukan dugaan penipuan dan melaporkannya kepada petugas berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Penegasan Kodim Mataram ini menjadi pengingat bagi calon prajurit bahwa proses penerimaan harus diikuti sesuai ketentuan, tanpa mengandalkan perantara yang menjanjikan kelulusan.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, memastikan informasi melalui kanal resmi menjadi langkah awal untuk menghindari penipuan sekaligus mengikuti proses seleksi secara transparan.












