MATARAM – Wakapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol. Hari Nugroho meninjau sejumlah remaja yang diamankan Satreskrim Polresta Mataram terkait dugaan pembacokan terhadap tiga remaja. Dalam peristiwa tersebut, satu korban meninggal dunia.
Saat meninjau para remaja di Polresta Mataram, Hari mengingatkan orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak, terutama penggunaan telepon seluler dan interaksi mereka di media sosial. Menurutnya, pengawasan sejak dini penting untuk mencegah konflik di dunia maya berkembang menjadi kekerasan secara langsung.
“Kalau saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama orang tua, tolong dicek kegiatan anak-anaknya. Juga mereka-mereka yang memperlengkapi anaknya dengan handphone, sesekali juga dicek, apa sih aktivitas mereka di media sosial,” kata Hari.
Ia menyebut media sosial menjadi salah satu titik awal yang perlu mendapat perhatian dalam kasus tersebut. Karena itu, orang tua diminta tidak membiarkan anak beraktivitas tanpa pengawasan, terutama ketika keluar malam atau membawa senjata tajam.
“Karena mereka ini kan berawal dari media sosial, sehingga kejadian yang fisik di lapangan itu bisa dihindari sejak dini,” ujarnya.
Hari juga mengingatkan bahwa orang tua perlu mengetahui pergaulan anak serta memastikan mereka tidak membawa senjata tajam ketika bepergian.
“Di mana lainnya keluar malam, apalagi bawa sajam ya orang tuanya ikut bertanggung jawab. Jangan dilepas begitu saja, akhirnya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Selain mengingatkan orang tua, Hari menyampaikan rencana peningkatan patroli untuk mencegah bentrokan antarremaja. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi peluang mereka bertemu untuk terlibat konflik, membawa senjata tajam, maupun berkendara hingga larut malam.
Pernyataan tersebut disampaikan saat wartawan menanyakan kemungkinan peningkatan pola pengamanan setelah kasus pembacokan yang menewaskan seorang remaja di Mataram.
“Kecenderungan kita maksimalkan tingkatkan patroli, supaya kesempatan mereka untuk bisa bertemu, kesempatan mereka membawa sajam, ya menggunakan kendaraan yang sampai larut malam itu bisa berkurang,” tutur Hari.
Kasus pembacokan tersebut menimpa tiga remaja. Satu korban dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya menjadi bagian dari peristiwa yang kini ditangani kepolisian.
Satreskrim Polresta Mataram telah mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Wakapolda NTB kemudian meninjau mereka di Polresta Mataram.
Polisi masih menjadi pihak yang berwenang mengungkap secara menyeluruh kronologi, motif, serta peran masing-masing remaja dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak, penggunaan media sosial, dan aktivitas di luar rumah. Selain penegakan hukum, pencegahan melalui keluarga dan patroli kepolisian diharapkan dapat menekan risiko kekerasan antarremaja di Kota Mataram.












