AKBP Mellysa Amalia tekankan pentingnya etika digital, tertib lalu lintas, dan integritas moral dalam upacara paripurna di MAN Lombok Barat.
JURNALEKBIS.com – LOMBOK BARAT, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat memperluas jangkauan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) hingga ke lingkungan pendidikan. Langkah preventif ini ditandai dengan kehadiran langsung Kapolres Lombok Barat, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.Sou., sebagai inspektur upacara di MAN Lombok Barat, Senin (2/11/2026).
Kehadiran orang nomor satu di kepolisian setempat tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan membawa pesan tegas mengenai urgensi penyelamatan generasi muda dari ancaman darurat narkoba, perundungan (bullying), dan kenakalan remaja yang kian memprihatinkan.
Dalam amanatnya di hadapan ratusan siswa, guru, dan staf tenaga kependidikan, AKBP Mellysa memberikan apresiasi terhadap ikrar siswa yang berorientasi pada ketakwaan. Namun, ia menegaskan bahwa integritas moral harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar rutinitas lisan.
“Ikrar ini harus menjadi pedoman hidup. Kecerdasan intelektual yang kalian kejar di madrasah harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual dan sosial. Jangan sampai masa depan yang cerah terengguk hanya karena pergaulan yang salah,” tegas Mellysa.

Menyoroti tantangan zaman, Kapolres menyoroti tiga ancaman utama bagi pelajar: minuman keras, narkoba, dan pergaulan bebas. Ia memberikan edukasi realistis mengenai konsekuensi hukum dan administratif yang akan dihadapi siswa di masa depan.
Mellysa mengingatkan bahwa catatan pelanggaran hukum atau penyalahgunaan narkoba akan terekam dalam sistem kepolisian dan berdampak pada penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Dokumen ini, menurutnya, menjadi syarat mutlak dalam rekrutmen pegawai negeri, BUMN, hingga perusahaan multinasional.
“Jangan sampai kesenangan sesaat mengorbankan karir kalian. Satu kesalahan hari ini bisa menutup pintu kesempatan kerja kalian di masa depan. Jauhi narkoba dan miras, itu musuh nyata masa depan,” imbuhnya.
Selain itu, isu bullying dan etika bermedia sosial juga menjadi sorotan tajam. Mengingat demografi siswa yang merupakan bagian dari Generasi Z, Mellysa mengajak siswa untuk menerapkan prinsip “Saring sebelum Sharing”.
“Media sosial adalah pisau bermata dua. Gunakan untuk hal positif. Jangan mudah terprovokasi, jangan menjadi buzzer kebencian, dan hentikan perundungan. Empati harus lebih keras daripada jari-jari kalian di layar kaca,” pesannya.
Terkait dengan momentum Operasi Patuh, Kapolres juga menyinggung disiplin berlalu lintas. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas seperti penggunaan helm SNI dan kepemilikan SIM bukanlah bentuk ketakutan pada polisi, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap nyawa sendiri dan orang lain.
“Disiplin di jalan raya adalah cerminan karakter. Pelajar yang tertib di jalan raya biasanya juga tertib dalam belajar dan bermasyarakat,” ujarnya.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyambut positif inisiatif Polres Lombok Barat. Ia menilai kehadiran kepolisian di tengah siswa memberikan efek psikologis dan edukatif yang kuat.
“Ini adalah energi positif. Pesan Ibu Kapolres sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi anak-anak kita saat ini. Kami berharap sinergi ini berkelanjutan, karena pendidikan karakter membutuhkan dukungan semua elemen, termasuk penegak hukum,” ujar Kemas.
Usai upacara, agenda dilanjutkan dengan pembinaan khusus oleh Satlantas Polres Lombok Barat kepada anggota Paskibraka dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (ORSIMA). Mereka digadang-gadang sebagai agent of change atau pelopor tertib berlalu lintas di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini menutup rangkaian kunjungan dengan sesi ramah tamah, di mana Kapolres berinteraksi langsung dengan siswa, memberikan cenderamata, dan menanamkan kedekatan emosional antara Polri dan generasi muda Lombok Barat.












