News

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Dompu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

×

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Dompu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Dompu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Dompu, Jurnalekbis.com – Wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (1/1/2025) pukul 09.44 WITA. Gempa ini berkekuatan magnitudo 4,1 dan berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di laut pada koordinat 8,05° LS dan 117,98° BT, sekitar 76 km barat laut Dompu, pada kedalaman 29 km.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi, S.Si, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” jelasnya.

Dengan lokasi episenter di laut dan kedalaman hiposentrumnya yang relatif dangkal, gempa ini menciptakan getaran yang cukup terasa di beberapa wilayah sekitar Dompu.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Desa Jembatan Kembar Rela Jadi Kurir Demi Bantu Perekonomian Warga

Laporan masyarakat menyebutkan bahwa guncangan akibat gempa dirasakan di Dompu, Sumbawa, dan Bima dengan intensitas II MMI. Artinya, getaran terasa oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini.

Hasil pemodelan BMKG juga memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang.

BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 10.10 WITA, tidak ada aktivitas gempa susulan (aftershock). Namun, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG atau pihak berwenang lainnya.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa hingga dinyatakan aman dan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan.

Baca Juga :  Kapolresta Mataram Hadir Pada Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024 Kota Mataram

“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan rumah atau bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa sebelum digunakan kembali,” tambah Ardhianto.

Gempa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya edukasi masyarakat tentang kesiapan menghadapi bencana alam. NTB sebagai wilayah yang kerap mengalami aktivitas seismik memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi terkait untuk meminimalkan dampak gempa bumi.

Dengan langkah antisipatif yang tepat, NTB diharapkan mampu menghadapi tantangan gempa bumi di masa depan dengan lebih baik. Tetap waspada, namun tidak panik, adalah kunci utama dalam menghadapi bencana alam seperti ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *