Mataram, Jurnalekbis.com – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat berpendapatan rendah di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Program yang digelar serentak sejak akhir Oktober ini menargetkan penyaluran 10 juta kilogram beras dan 2 juta liter minyak goreng untuk 521 ribu penerima manfaat. Penyaluran di Kota Mataram menjadi salah satu lokasi yang digeber untuk mempercepat distribusi hingga awal Desember.
Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan kali ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota. Bulog memastikan distribusi berlangsung maksimal dan tepat waktu sesuai instruksi pemerintah pusat.
“Kita sudah mulai menyalurkan secara maksimum, serentak, dan bersama-sama. Untuk NTB, alokasi bulan Oktober dan November totalnya 10 juta kilogram beras dan 2 juta liter minyak goreng, dibagikan kepada sekitar 521 ribu penerima bantuan pangan,” ujar Rizal.
Ia menambahkan bahwa Bulog menargetkan seluruh penyaluran rampung paling lambat awal Desember, agar semua bantuan dapat diterima secara merata. Hingga kini, menurutnya proses distribusi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Sejauh ini Alhamdulillah tidak ada kendala. Data dari kementerian sudah kami terima, dan sudah kami sosialisasikan ke pemerintah provinsi serta kabupaten/kota. Bahkan pembinaan teknis juga dilakukan untuk petugas distribusi di lapangan,” kata Rizal.
Bulog NTB juga menerapkan quality control ketat untuk memastikan produk yang diterima masyarakat dalam kondisi baik. Jika ditemukan beras dengan kualitas di bawah standar, Bulog membuka layanan penggantian cepat.
“Sebelum disalurkan kami sudah melakukan quality control. Namun kalau ada ditemukan beras berkualitas berbeda, silakan laporkan. Kami akan melakukan penggantian 1×24 jam,” tegasnya.
Untuk mempermudah penanganan keluhan, Bulog telah menetapkan tim khusus di setiap kabupaten/kota, lengkap dengan koordinator lapangan yang bisa dihubungi oleh masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, menilai program bantuan pangan ini sangat membantu kondisi ekonomi masyarakat, terutama di tengah daya beli yang masih lemah.
Untuk wilayah Kota Mataram sendiri, bantuan menyasar lebih dari 30 ribu penerima, dengan total penyaluran 162 ton beras dan 124 ribu liter minyak goreng. Setiap keluarga akan menerima 20 kilogram beras dan 40 liter minyak untuk periode dua bulan.
“Alhamdulillah bantuan ini sangat bermanfaat. Walaupun 20 kilogram, ini sangat membantu bagi keluarga penerima. Di tengah daya beli masyarakat yang sedang buruk, bantuan pangan seperti ini sangat dirasakan langsung oleh warga,” ujar Alwan.
Ia menyebut pemerintah pusat telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu.
“Pemerintah hadir saat ekonomi kurang baik. Ini adalah bentuk nyata peran pemerintah pusat,” tegasnya.
Terkait validitas data penerima, Alwan menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah menyesuaikan kembali daftar penerima yang mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun ia membuka peluang perbaikan jika ada masyarakat miskin yang belum masuk dalam data tersebut.
“Yang dipakai hanya DTKS. Tapi ada peluang bagi masyarakat yang belum masuk data untuk diusulkan. Nanti akan kita sinkronkan kembali agar penyaluran tepat sasaran,” ungkapnya.
Dengan distribusi yang terus dikebut, pemerintah daerah dan Bulog optimistis penyaluran bantuan pangan di NTB dapat selesai sesuai target dan memberikan dampak signifikan bagi kebutuhan dasar masyarakat menjelang akhir tahun.












