Mataram, Jurnalekbis.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat berada dalam kondisi aman menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Bulog menegaskan bahwa pasokan tidak hanya mencukupi untuk akhir tahun, tetapi juga aman hingga tahun depan. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar.
Regar menyebutkan, cadangan beras di gudang Bulog NTB kini mencapai 167.645 ton, jumlah yang dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 bulan ke depan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi lonjakan permintaan pada akhir tahun maupun menjelang Lebaran 2026.
“Stok beras untuk NTB berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi hingga tahun depan. Bulog sudah melakukan antisipasi untuk menghadapi Nataru, termasuk penguatan cadangan dan percepatan distribusi,” ujar Regar.
Selain menjamin ketersediaan, Bulog juga memperkuat langkah stabilisasi harga melalui percepatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga saat ini, penyaluran beras SPHP di NTB telah mencapai 16.301 ton, disalurkan melalui pasar tradisional, ritel modern, distributor resmi, hingga kanal penjualan yang bekerja sama dengan Bulog. Langkah ini menjadi strategi utama untuk menjaga harga tetap terkendali, terutama di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat di akhir tahun.
Regar menegaskan bahwa percepatan penyaluran SPHP akan terus dilakukan. “Kami terus mempercepat distribusi SPHP dan memastikan beras tersedia di seluruh pasar serta kanal resmi. Ini penting untuk mengendalikan harga menjelang Nataru,” katanya.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Bulog NTB memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pengawasan lapangan berjalan maksimal, sekaligus mencegah potensi spekulasi harga dan penimbunan beras.
Bulog juga mengawal ketersediaan beras di seluruh kabupaten/kota, termasuk wilayah yang dinilai rawan mengalami fluktuasi harga. Upaya ini dilakukan agar pasokan tetap merata dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, tanpa menghambat distribusi.
Memasuki periode akhir tahun yang identik dengan meningkatnya permintaan pangan, Regar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia memastikan Bulog memiliki stok yang kuat dan sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan secara stabil.
“Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen penuh menjaga ketersediaan serta keterjangkauan beras untuk masyarakat NTB,” tegasnya.
Selain berfokus pada stabilitas harga, Bulog NTB juga menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi gangguan logistik akibat cuaca ekstrem pada periode Desember–Januari. Penguatan cadangan di wilayah strategis menjadi bagian dari upaya memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
Dengan seluruh langkah dan strategi tersebut, Bulog NTB optimistis bahwa pasokan dan harga beras tetap stabil hingga awal 2026. Masyarakat diharapkan dapat menjalani Natal, Tahun Baru, hingga Lebaran dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan, khususnya beras sebagai kebutuhan pokok utama.












