Bisnis

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Tak Stabil, Harga Berpotensi Rp4 Juta/Gram

×

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Tak Stabil, Harga Berpotensi Rp4 Juta/Gram

Sebarkan artikel ini
Emas Jadi Primadona Saat Dunia Tak Stabil, Harga Berpotensi Rp4 Juta/Gram

Mataram, Jurnalekbis.com – Lonjakan harga emas yang terus mencetak rekor dalam beberapa waktu terakhir dinilai sebagai dampak langsung dari kondisi global yang tidak stabil. Ketua Asosiasi Masyarakat Pedagang Emas Sekarbela (Ampera), Iskandar, menyebut tren kenaikan harga emas merupakan refleksi dari perubahan cara berpikir masyarakat dan negara dalam melindungi aset.

Menurut Iskandar, emas tetap menjadi instrumen investasi paling aman dibandingkan aset lain seperti saham maupun kripto. Ia menilai emas memiliki keunggulan karena dapat dikuasai secara fisik dan memiliki acuan harga global yang transparan.

“Emas itu aset paling aman. Kalau saham atau kripto, itu sistemnya bisa terganggu. Kalau emas, kita pegang barangnya langsung, harganya jelas dan bisa di cek secara internasional,” kata Iskandar, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, lonjakan harga emas tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama adalah kondisi geopolitik dunia yang terus diliputi ketegangan. Konflik antar negara hingga potensi perang disebutnya berdampak langsung pada pergerakan harga emas.

“Emas itu cadangan negara. Ketika ada gejolak global, negara-negara akan mengamankan asetnya ke emas. Itu yang membuat harganya terus terdorong naik,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, tren perburuan emas kini terjadi hampir di seluruh dunia. Bahkan beberapa negara seperti India disebut turut mempengaruhi kenaikan harga logam mulia, terutama saat kebutuhan emas meningkat untuk keperluan budaya dan keagamaan.

“Semua orang sekarang berburu emas. Di India misalnya, ada acara keagamaan dan pernikahan yang menggunakan emas dalam jumlah besar. Itu ikut mendorong harga,” jelasnya.

Ia menilai kenaikan harga emas saat ini tergolong ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu banyak masyarakat menunggu harga turun, kini tren tersebut mulai ditinggalkan.

“Dulu orang selalu bilang tunggu besok turun. Tapi faktanya, besok malah lebih mahal. Dari COVID-19 sampai sekarang, emas naiknya stabil, tapi kali ini lonjakannya luar biasa,” katanya.

Baca Juga :  Sukses Gelar Mobile IP Clinic , Dinas Perindustrian NTB, Raih Penghargaan Dari DJKI dan Kemenkumham

Terkait proyeksi ke depan, Iskandar memperkirakan harga emas masih akan terus meningkat. Mengacu pada analisis para pakar investasi emas, ia menyebut harga emas berpotensi menembus angka Rp3 juta hingga Rp4 juta per gram, meski tidak dalam waktu dekat.

“Pasti naik, hanya soal waktu. Biasanya akhir tahun ada koreksi, lalu menjelang Ramadhan naik lagi,” ujarnya.

Untuk investasi, Iskandar menyarankan masyarakat lebih memilih emas batangan dibandingkan perhiasan. Menurutnya, emas batangan memiliki biaya tambahan yang lebih rendah sehingga lebih efisien sebagai aset investasi jangka panjang.

“Kalau murni investasi, emas batangan lebih tepat. Perhiasan itu ada biaya desain dan pengerjaan, jadi markup-nya lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Properti Jadi Celah Pencucian Uang, PPATK Ingatkan Developer Lebih Waspada

Meski demikian, di tengah tingginya harga emas, Iskandar mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya spekulan dan penjual emas yang tidak jelas asal-usul produknya. Ia meminta masyarakat hanya membeli emas dari toko atau merek yang terpercaya.

“Sekarang banyak spekulan dadakan. Masyarakat harus hati-hati, jangan tergiur harga murah,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi pasar emas di Mataram disebut relatif stabil. Meski daya beli perhiasan menurun, permintaan emas batangan justru meningkat. Penjualan di sentra emas seperti Cakranegara dan Ampenan masih terpantau cukup baik.

Tak hanya emas, Iskandar juga mencatat adanya kenaikan signifikan pada harga mutiara dalam dua tahun terakhir. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar internasional, khususnya untuk kebutuhan pernikahan di luar negeri.

“Harga mutiara juga naik tajam. Yang dulu ratusan ribu, sekarang bisa tembus ratusan ribu hingga jutaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *