Bisnis

Viral di NTB, Celor Kupi Hadirkan Sensasi Ngopi dari Atas Motor

×

Viral di NTB, Celor Kupi Hadirkan Sensasi Ngopi dari Atas Motor

Sebarkan artikel ini
Viral di NTB, Celor Kupi Hadirkan Sensasi Ngopi dari Atas Motor

Mataram, Jurnalekbis.com – Fenomena kedai kopi yang kian menjamur di berbagai daerah melahirkan persaingan yang semakin ketat. Tak hanya hadir di kota-kota besar, tren coffee shop kini telah merambah hingga ke pelosok desa. Di tengah arus tersebut, sebuah konsep unik muncul dari Nusa Tenggara Barat (NTB), menawarkan pengalaman menikmati kopi yang sederhana, otentik, dan merakyat.

Konsep itu bernama Celor Kupi, sebuah coffee shop keliling berbasis sepeda motor yang digagas oleh seorang mahasiswa Universitas Mataram (Unram), Bagas Manaf Primana. Berbeda dari kebanyakan kedai kopi yang mengandalkan bangunan permanen dan modal besar, Celor Kupi justru hadir dengan konsep “kopi motoran” yang praktis dan dekat dengan anak muda.

Dengan memanfaatkan sepeda motor klasik Honda Astrea Prima sebagai kedai berjalan, Bagas membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi modal utama dalam membangun usaha. Motor tersebut disulap menjadi coffee bar mini yang mampu menyeduh dan menyajikan kopi di berbagai lokasi strategis.

Baca Juga :  Saham yang Laris Manis di Bulan Ini: Pilihan Investor untuk Oktober 2024

“Nama Celor Kupi itu dari bahasa Sasak. Celor artinya tuang, jadi Celor Kupi artinya tuang kopi,” ujar Bagas saat ditemui di sela aktivitasnya berjualan.

Pemilihan Honda Astrea Prima sebagai kendaraan usaha bukan tanpa alasan. Selain tampil klasik dan mudah dimodifikasi, motor tersebut juga memiliki nilai personal bagi Bagas. “Saya sengaja menggunakan motor produk Honda yaitu Astrea Prima karena sesuai dengan nama saya,” katanya.

Ide mendirikan Celor Kupi berangkat dari kegemaran Bagas terhadap kopi dan touring. Dua hobi tersebut kemudian ia padukan menjadi konsep usaha yang fleksibel dan mudah menjangkau konsumen. Celor Kupi telah beroperasi selama kurang lebih delapan bulan dan menunjukkan konsistensi yang cukup menjanjikan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini bisa bertahan dan punya banyak pelanggan tetap di empat lokasi yang biasa saya kunjungi,” ungkap Bagas.

Baca Juga :  Talent Scouting: "Kabar baik dari NTB disektor Ketenagakerjaan".

Target pasar utama Celor Kupi adalah anak muda yang gemar berkumpul, nongkrong santai, dan berburu pemandangan matahari terbenam. Menurut Bagas, banyak pelanggannya memiliki pandangan yang sama bahwa menikmati senja terasa kurang lengkap tanpa secangkir kopi.

“Banyak yang bilang sunset harus dibarengi dengan kopi. Itu yang bikin saya selalu cari spot senja yang bagus,” jelasnya.

Soal kualitas, Celor Kupi tidak sekadar mengandalkan konsep unik. Bagas memastikan kopi yang disajikan memiliki cita rasa yang konsisten dengan menggandeng sejumlah brand kopi lokal. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap produk UMKM kopi daerah.

“Saya bekerja sama dengan beberapa brand kopi lokal seperti Cendana Kopi, Kopi Tujak Odentick Rinjani, dan 689 Surabaya. Sampai sekarang pelanggan masih cocok dengan kopi-kopi itu,” katanya.

Baca Juga :  Toko Sepatu, dan Toko Perabotan Rumah Tangga di Gerung Ludes Terbakar

Lebih dari sekadar tempat membeli minuman, Celor Kupi menawarkan pengalaman: menikmati kopi khas Rinjani di ruang terbuka, ditemani semilir angin senja dan kehadiran motor klasik yang ikonik. Inovasi sederhana ini menjadikan Celor Kupi sebagai representasi semangat wirausaha anak muda NTB—kreatif, adaptif, dan berani keluar dari pakem usaha konvensional.

Di tengah menjamurnya bisnis kopi, Celor Kupi hadir sebagai bukti bahwa ide segar dan keberanian mencoba dapat membuka peluang usaha baru, bahkan dari atas sebuah sepeda motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *