BisnisEkonomi

Tekan Lonjakan Harga Ramadan, BI NTB Hadiri Panen Cabai di Lombok Utara

×

Tekan Lonjakan Harga Ramadan, BI NTB Hadiri Panen Cabai di Lombok Utara

Sebarkan artikel ini
Tekan Lonjakan Harga Ramadan, BI NTB Hadiri Panen Cabai di Lombok Utara

Lombok Utara, Jurnalekbis.com – Menjelang Ramadan 2026, pengendalian harga pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diperkuat. Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menghadiri panen cabai rawit di Desa Akar Akar, Kecamatan Bayan, Kamis (27/2/2026), sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas strategis.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan cabai rawit termasuk komoditas yang kerap memberi andil signifikan terhadap inflasi daerah, terutama saat periode hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Cabai rawit merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi di NTB. Pada periode hari besar keagamaan, tekanan harga sering terjadi karena lonjakan permintaan dan perbedaan waktu panen antarwilayah,” ujar Hario dalam sambutannya di lokasi panen.

Baca Juga :  Mediator harus bisa membantu pihak yang berselisih untuk bersepakat.

Panen dilakukan di atas lahan seluas 5,5 hektare dari total 40 hektare areal tanam yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Beriuk Geger. Kelompok yang berdiri sejak 2000 itu beranggotakan 41 petani dengan produktivitas rata-rata 2–3 ton per hektare.

Menurut Hario, kesinambungan produksi dan kelancaran distribusi menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga. “Kalau produksi terjaga dan distribusi lancar, maka volatilitas harga bisa ditekan. Ini penting untuk melindungi daya beli masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian secara simbolis kepada Poktan Beriuk Geger. Bantuan itu ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas hortikultura, khususnya cabai, yang selama ini menjadi komoditas sensitif terhadap fluktuasi harga.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, S.Pt., yang mewakili Bupati Lombok Utara, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor hortikultura.

Baca Juga :  Pendaki Rinjani Turun Tajam di 2025, Tapi PNBP Justru Pecah Rekor

“Kami terus mendorong peningkatan produksi melalui penyaluran bibit dan benih, pendampingan teknis, serta penguatan sarana produksi. Harapannya, produktivitas petani meningkat dan stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil panen dari Poktan Beriuk Geger tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Utara, tetapi juga berpotensi menyuplai wilayah lain di NTB yang mengalami tekanan harga.

Secara kelembagaan, Poktan Beriuk Geger telah memiliki pengesahan dari dinas terkait dan pengelolaan yang terstruktur. Hal ini menjadikan kelompok tersebut sebagai salah satu sentra produksi cabai unggulan di Lombok Utara.

Langkah penguatan produksi ini juga sejalan dengan koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan instansi terkait memperkuat strategi pengendalian harga, termasuk opsi pemenuhan pasokan dari luar daerah apabila diperlukan.

Baca Juga :  Rupiah Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuat Didukung Konsumsi Domestik

Hario menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian inflasi pangan. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha agar pasokan terjaga dan harga tetap stabil,” katanya.

Dengan memasuki Ramadan, permintaan bahan pokok, termasuk cabai, diperkirakan meningkat signifikan. Karena itu, panen di awal periode ini diharapkan mampu memberi bantalan pasokan dan menekan potensi gejolak harga di pasar.

Upaya penguatan produksi dan distribusi tersebut diharapkan menjaga stabilitas inflasi NTB, sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga yang wajar di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *