Mataram, Jurnalekbis.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengarahkan strategi politiknya untuk merangkul generasi muda, terutama milenial dan Generasi Z. Langkah ini dinilai penting mengingat kelompok usia tersebut diprediksi akan mendominasi pemilih pada Pemilu 2029.
Sekretaris DPD PRI NTB, Diegas B Pardhana, mengatakan partainya membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai kalangan masyarakat untuk bergabung. Namun, fokus utama tetap pada generasi muda yang dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah politik dan pembangunan di masa depan.
“Kita akan tampung semua kalangan, tetapi di zaman hari ini milenial, Gen Z, dan bahkan Gen Alpha ini yang akan mendominasi di tahun 2029. Maka kelompok ini yang harus kita rangkul dan ajak bergabung,” kata Diegas, Sabtu (7/3).
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam politik sangat penting agar masyarakat tidak mengalami buta politik. Ia menilai, pendidikan politik sejak dini akan membantu menciptakan generasi yang lebih kritis, partisipatif, dan memahami proses demokrasi.
Diegas menambahkan, PRI NTB juga mulai melakukan sosialisasi kepada generasi yang lebih muda, termasuk Gen Alpha, agar mereka mulai mengenal dunia politik sejak awal.
“Kita sudah mulai sosialisasi ke Gen Alpha juga supaya mereka mengenal partai sejak dini. Tujuannya agar masyarakat ke depan tidak buta politik,” ujarnya.
Selain fokus pada pendidikan politik, DPD PRI NTB juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memudahkan generasi muda yang ingin bergabung dengan partai tersebut. Salah satunya dengan membuka akses pendaftaran anggota melalui kepengurusan PRI di tingkat kabupaten dan kota.

“Bagi milenial yang ingin ikut bergabung, caranya cukup menghubungi kepengurusan PRI yang ada di kabupaten dan kota masing-masing. Kami membuka pintu selebar-lebarnya,” jelas Diegas.
Menariknya, PRI juga menyiapkan konsep kartu anggota yang tidak hanya berfungsi sebagai identitas keanggotaan, tetapi juga memiliki fungsi finansial. Kartu anggota tersebut dirancang menyerupai kartu ATM yang dapat digunakan untuk berbagai transaksi keuangan.
“Bentuk kartu anggotanya nanti berupa kartu ATM. Jadi tidak hanya sebagai kartu anggota partai, tapi juga bisa digunakan untuk menabung,” kata Diegas.
Ia menjelaskan, konsep tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan kartu anggota yang terintegrasi dengan sistem perbankan, anggota partai diharapkan dapat memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan.
Menurut Diegas, langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ini juga untuk menyelaraskan program Presiden terkait pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
DPD PRI NTB berharap strategi tersebut mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan politik yang konstruktif. Partai juga menilai kehadiran generasi muda sangat penting dalam membawa gagasan baru serta inovasi dalam kehidupan politik nasional.
“Ke depan kita ingin generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari proses politik itu sendiri,” kata Diegas.
Dengan strategi yang menyasar generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha, PRI NTB optimistis dapat memperluas basis dukungan sekaligus meningkatkan partisipasi politik masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.














