Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Aksi nekat seorang balita berusia 2 tahun di Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, viral di media sosial setelah terekam memanjat hingga ke atas atap rumah. Bocah bernama Rizki itu bahkan sempat terjebak di atas genteng selama hampir satu jam, memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/4) sekitar pukul 10.00 WITA. Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang beredar luas, Rizki terlihat tengkurap di atas genteng rumah dan tidak mampu turun sendiri.
Aksi berani balita itu langsung menarik perhatian warga sekitar hingga warganet. Banyak yang menyebutnya bak “Spiderman” karena keberaniannya memanjat hingga ke atap rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
Menurut keterangan ibunya, Eliza, kejadian itu bermula saat Rizki bermain sendiri di sekitar rumah. Tanpa disadari, anaknya berhasil naik ke atap melalui kandang ayam yang berada di samping rumah.
“Taunya sudah di atas. Sebelumnya dia bermain sendiri di luar,” ujar Eliza.
Eliza mengaku tidak melihat langsung proses anaknya naik ke atap. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberi tahu oleh tetangga yang lebih dulu melihat Rizki berada di atas rumah.
“Saya tahunya dikasih tahu tetangga. Dia memang anaknya aktif,” katanya.
Kondisi tersebut membuat keluarga panik, terlebih Rizki berada di posisi tengkurap di atas genteng dalam waktu yang cukup lama. Eliza menyebut anaknya berada di atas atap sekitar satu jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
“Lumayan lama, sekitar satu jam. Kami panik, akhirnya diturunkan pakai tangga,” ungkapnya.
Proses evakuasi dilakukan secara sederhana dengan bantuan warga sekitar. Menggunakan tangga, Rizki akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat tanpa mengalami luka serius.
Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini menjadi perhatian aparat setempat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Gonjak, Aipda Ahmad Samsul Haki, mengimbau para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama pada usia balita.
“Bagi orang tua yang memiliki anak kecil seperti adik Rizki, supaya lebih berhati-hati menjaga anaknya. Karena kita tidak tahu keaktifan anak seperti apa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting tentang risiko keselamatan anak di lingkungan rumah. Akses menuju area berbahaya seperti atap, tangga terbuka, atau bangunan tinggi perlu mendapat perhatian ekstra dari orang tua.
Di sisi lain, viralnya video ini memunculkan dua respons berbeda di masyarakat. Sebagian menganggap aksi tersebut menggemaskan sekaligus menunjukkan keberanian anak. Namun tak sedikit pula yang menyoroti lemahnya pengawasan orang tua terhadap balita yang dikenal aktif dan memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Secara umum, usia balita merupakan fase eksplorasi di mana anak cenderung mencoba hal-hal baru tanpa memahami risiko bahaya. Karena itu, pengawasan intensif dan pengamanan lingkungan menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian serupa terulang.
Kejadian Rizki di Lombok Tengah ini menjadi alarm nyata bahwa kecelakaan bisa terjadi dalam hitungan detik, bahkan di lingkungan rumah sendiri yang dianggap aman.














