Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, menegaskan Mandalika Festival of Speed (MFoS) bukan sekadar ajang balap nasional. Menurutnya, kejuaraan yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit itu menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pembalap Indonesia menuju level internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Ananda di sela penyelenggaraan MFoS Putaran II 2026, yang mempertemukan hampir 100 peserta dari berbagai kelas balap mobil nasional.
“Ini adalah event bagian daripada pembibitan atlet balap mobil. MFoS ini adalah event bagian daripada pembibitan pembalap, yang nantinya akan berlaga di GT maupun event-event balap mobil internasional,” kata Ananda Mikola, Minggu ( 14/6).
Ia menilai pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Kehadiran kompetisi berjenjang menjadi fondasi utama agar pembalap muda memiliki pengalaman, jam terbang, dan mental bertanding sebelum tampil di kejuaraan internasional.
Menurut Ananda, konsep tersebut serupa dengan yang diterapkan pada Mandalika Racing Series di balap motor, yang selama ini menjadi wadah regenerasi pebalap nasional.
Pada penyelenggaraan kali ini, MFoS menghadirkan beragam kategori perlombaan. Mulai dari Kejuaraan Nasional 1.300 cc, Kejuaraan Nasional 1.500 cc, kelas 3.600 cc, Time Attack, hingga Supercar Series.
Beragam kelas tersebut memberikan kesempatan bagi pembalap dari berbagai level kompetisi untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur performa kendaraan di lintasan berstandar internasional.
Ananda menyebut jumlah peserta yang mengikuti seri kali ini mendekati 100 mobil. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan balap mobil nasional terus berkembang dan mendapat respons positif dari komunitas otomotif Indonesia.
Selain menjadi ajang kompetisi, Ananda berharap masyarakat semakin memahami bahwa MFoS merupakan kejuaraan nasional yang memiliki nilai strategis bagi perkembangan olahraga otomotif Indonesia.
“Kita harus bisa mensosialisasikan bahwa event ini adalah event nasional. Ini adalah event kebanggaan daripada seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menilai penyelenggaraan balap nasional di Sirkuit Mandalika memiliki arti penting bagi lahirnya pembalap-pembalap baru yang kelak dapat membawa nama Indonesia di panggung internasional.
Ananda optimistis Indonesia memiliki peluang melahirkan lebih banyak local hero di dunia balap mobil apabila proses pembinaan terus dilakukan secara konsisten.
“Karena adanya local hero kita yang mampu berkiprah dan insya Allah bisa menjadi juara,” katanya.
Menanggapi isu yang beredar mengenai kemungkinan perubahan jadwal sejumlah agenda balap di Mandalika, Ananda memastikan penyelenggaraan event nasional tetap berjalan sesuai rencana.
Ia menepis spekulasi yang menyebut adanya persoalan dalam penyelenggaraan maupun kalender balap nasional.
“Enggak, enggak mungkin berubah. Persiapannya enggak ada masalah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa MGPA tetap berkomitmen menjadikan Mandalika sebagai pusat pengembangan motorsport nasional. Melalui penyelenggaraan MFoS secara berkelanjutan, MGPA berharap ekosistem balap mobil Indonesia semakin kuat, mulai dari pembinaan atlet, pengembangan tim, hingga peningkatan kualitas kompetisi.
Dengan menghadirkan berbagai kelas balap dalam satu akhir pekan, MFoS tidak hanya menjadi tontonan bagi pecinta otomotif, tetapi juga menjadi jalur pembinaan menuju level profesional. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat regenerasi pembalap Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di ajang balap internasional.














