Nelayan Lotim Ditemukan Meninggal Setelah Jatuh dari Perahu

Nelayan Lotim Ditemukan Meninggal Setelah Jatuh dari Perahu

 

Lombok Timur, Jurnalekbis.com Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh dari perahu di perairan Pantai Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, berakhir duka. Korban bernama Amaq Sehar (53) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari pertama pelaksanaan Operasi SAR, Rabu (15/7) pagi.

Korban merupakan warga Dusun Timba Lindur, Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu saat berada di perairan Pantai Suryawangi.

Jenazah Amaq Sehar ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang memancing di kawasan Laut Rambang sekitar pukul 08.00 Wita. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada Tim SAR gabungan yang tengah melakukan penyisiran di lokasi pencarian.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa informasi pertama diterima dari nelayan yang melihat tubuh korban mengapung di tengah laut.

Baca Juga :  Pria di Mataram Hilang Saat Cari Ikan, Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong

“Saat sedang memancing, saksi melihat korban dalam kondisi mengambang,” ujar M. Darwis, Rabu (15/7).

Setelah memastikan kondisi korban, nelayan tersebut langsung mengevakuasi jenazah menggunakan sampan menuju Pelabuhan Tanjung Luar agar dapat segera ditangani petugas.

Mendapat informasi tersebut, Tim SAR gabungan menghentikan penyisiran dan bergerak menuju Tanjung Luar untuk melakukan proses evakuasi lanjutan. Setibanya di lokasi, petugas langsung memindahkan jenazah ke ambulans sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar.

Pencarian ini melibatkan berbagai instansi dan relawan, di antaranya Pos SAR Kayangan, Polairud Polres Lombok Timur, Polairud Polda NTB, POSAL Tanjung Luar, Bhabinkamtibmas, Babinsa Tanjung Luar, Damkarmat Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, Puskesmas Labuhan Haji, Satpol PP, BPBD Lombok Timur, para nelayan, warga setempat, serta unsur terkait lainnya.

Baca Juga :  Indonesian GP 2023: MotoGP Mandalika Tuai Kesuksesan, Pacu Ekonomi dan Pariwisata Tanah air

Kolaborasi berbagai pihak tersebut mempercepat proses pencarian sehingga korban berhasil ditemukan pada hari pertama operasi. Meski demikian, pencarian berakhir dengan kabar duka bagi keluarga korban.

Perairan selatan Lombok Timur dikenal memiliki karakter arus yang dapat berubah dengan cepat, terutama ketika cuaca kurang bersahabat. Karena itu, nelayan diimbau selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, termasuk menggunakan alat pelampung, memperhatikan prakiraan cuaca, serta menjaga komunikasi dengan keluarga atau rekan sesama nelayan sebelum berangkat mencari ikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di laut memiliki risiko tinggi. Kesiapsiagaan nelayan serta respons cepat tim penyelamat menjadi faktor penting dalam penanganan setiap kejadian darurat di wilayah perairan.

Baca Juga :  LIDI Foundation & Fiona Foundation Resmikan Bengkel Produksi Kursi Roda di NTB

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *