Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menjadi ajang balap dunia, tetapi juga momentum memperkuat ekonomi lokal dan penerapan konsep keberlanjutan. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) memastikan sedikitnya 60 pelaku UMKM akan mendapat ruang khusus untuk memasarkan produknya selama penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit.
Vice President Marketing & Sales ITDC, Dwi Dewi Permatasari, mengatakan keterlibatan UMKM menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan event internasional tersebut. Langkah itu merupakan tindak lanjut dari keberhasilan penyelenggaraan Mandalika Street Food Festival yang mendapat apresiasi langsung dari Gubernur NTB.
“Kemarin kita mengundang UMKM untuk berjualan di Mandalika Bazar. Pak Gubernur juga berpesan agar kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan dan pelaku UMKM yang dilibatkan bisa dirotasi sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas,” ujar Dwi, Senin (13/7).
Menurutnya, ITDC akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyusun pola rotasi pelaku usaha bersama pemerintah daerah agar semakin banyak UMKM memperoleh kesempatan tampil pada berbagai agenda di kawasan Mandalika.
Untuk MotoGP mendatang, ITDC menargetkan sedikitnya 60 UMKM binaan ITDC, sponsor, dan pemerintah daerah mengisi area khusus yang disiapkan bagi produk lokal. Kehadiran zona tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperkenalkan produk NTB kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain pemberdayaan ekonomi, penyelenggara juga memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan. Dwi menjelaskan, sistem pengelolaan sampah akan dibuat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
ITDC akan menempatkan sejumlah recycle box di berbagai titik strategis, baik di dalam maupun di luar area sirkuit. Tempat pengumpulan sampah itu dirancang menarik, termasuk kemungkinan menggunakan bentuk botol raksasa sebagai media edukasi kepada pengunjung.
“Nanti kami bekerja sama dengan bank sampah sehingga seluruh sampah plastik yang terkumpul dapat didaur ulang. Ini menjadi bagian dari program keberlanjutan yang akan diterapkan di setiap penyelenggaraan event,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Narmada Awet Muda, Pengky Jupiter, mengungkapkan perusahaan juga mulai melakukan diversifikasi produk sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah plastik.
Ia menyebutkan, perusahaan akan menghadirkan kemasan air minum ukuran 5 liter yang lebih praktis untuk kebutuhan aktivitas luar ruang seperti pendakian. Selain itu, Narmada juga menyiapkan produk dalam botol kaca yang dapat dikembalikan untuk digunakan kembali melalui sistem retur.
“Kami juga menghadirkan botol kaca yang bisa dikembalikan. Harapannya, langkah ini dapat mengurangi timbunan sampah secara bertahap,” kata Pengky.
Tak hanya itu, perusahaan juga memastikan penggunaan kemasan galon yang lebih aman bagi konsumen. Pengky menegaskan, Narmada tidak lagi menggunakan material polikarbonat (PC) yang mengandung BPA dan telah beralih ke kemasan bebas BPA sebagai bagian dari peningkatan standar kualitas produk.
Kolaborasi antara ITDC, pemerintah daerah, dan sektor swasta ini diharapkan tidak hanya menghadirkan penyelenggaraan MotoGP yang sukses dari sisi olahraga dan pariwisata, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pelaku UMKM serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di kawasan Mandalika.













