Denpasar, Jurnalekbis.com – Video yang memperlihatkan dugaan praktik suap dalam pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polresta Denpasar viral di media sosial. Kepolisian membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan oknum petugas yang terlibat telah dicopot dari pelayanan serta menjalani pemeriksaan internal.
Video berdurasi sekitar lima menit itu beredar melalui akun Instagram @seputarmedia.indonesia. Rekaman memperlihatkan percakapan antara seorang warga yang hendak mengurus SIM dengan seorang petugas pelayanan. Dalam percakapan tersebut muncul pembahasan mengenai sejumlah uang agar proses pembuatan SIM dapat dibantu.
Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Mohammad Bhayangkara Putra Sejati, membenarkan bahwa petugas dalam video merupakan anggota yang bertugas di pelayanan SIM. Ia menegaskan tindakan anggotanya tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Terkait video yang beredar tentang pelayanan SIM yang di luar prosedur memang benar adanya. Video tersebut dilakukan oleh salah satu oknum petugas kami di pelayanan SIM. Yang bersangkutan melaksanakan prosedur tidak sesuai dengan SOP,” kata Mohammad Bhayangkara saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kelompok yang datang mengurus SIM lebih dulu meminta bantuan kepada petugas agar proses dipermudah. Dari situ kemudian muncul pembicaraan mengenai nominal tertentu.
Meski demikian, Kasatlantas menegaskan alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran. Petugas tetap dinilai telah melakukan pelanggaran karena melayani proses di luar mekanisme resmi.
“Oknum kami mengakui membantu dengan nominal tersebut. Namun tindakan itu jelas tidak sesuai prosedur dan menjadi pelanggaran yang sedang kami proses,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Satlantas Polresta Denpasar langsung menarik oknum berinisial DR dari pelayanan SIM. Saat ini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) atau Provos Polresta Denpasar guna menentukan bentuk sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Oknum petugas tersebut sudah kami pindahkan dari pelayanan dan sementara sedang dilaksanakan pemeriksaan oleh Provos Polresta Denpasar,” tegas Mohammad Bhayangkara.
Selain mengonfirmasi pelanggaran anggotanya, Kasatlantas juga mengungkap fakta lain di balik viralnya video tersebut. Ia menyebut pembuat video yang mengaku sebagai wartawan sempat melakukan komunikasi dengannya dan menawarkan untuk menghapus atau take down rekaman yang telah beredar.
Pernyataan itu kini menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan kepolisian. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan negosiasi tersebut.
Mohammad Bhayangkara juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan video dugaan suap SIM di Polresta Denpasar berbeda dengan video viral yang sebelumnya muncul di Polsek Kuta, meskipun menurutnya terdapat keterkaitan dengan pihak pembuat video yang sama.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena menyangkut integritas pelayanan kepolisian, khususnya dalam penerbitan SIM yang seharusnya dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Kepolisian menegaskan pemeriksaan terhadap oknum petugas akan dilakukan secara profesional sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, beredarnya video tersebut memicu berbagai tanggapan di media sosial. Warganet mendesak agar penanganan kasus dilakukan secara terbuka sehingga dapat menjadi evaluasi terhadap pelayanan publik, khususnya di lingkungan kepolisian. Hingga kini, proses pemeriksaan internal terhadap oknum petugas masih berlangsung. (S.Hadi)













