MFoS 2026: Persaingan Sengit Pembalap Nasional di Mandalika

Mandalika Festival of Speed 2026

Mataram, Jurnalekbis.com – Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 putaran ketiga berakhir dengan persaingan ketat di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (16/8/2026). Sejumlah pembalap tampil dominan, sementara beberapa lainnya berhasil bangkit pada Race 2.

Ajang yang digelar Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pada 14–16 Agustus 2026 tersebut mempertemukan pembalap nasional dari berbagai kelas, mulai dari ITCR 1200, ITCR 1500, ISTCR 3600, Krida Agya OMR, Subaru BRZ Super Series hingga Superstars Sportscar Series (SSS).

Salah satu persaingan paling ketat terjadi di ITCR 1200. Daffa AB merebut kemenangan kategori Seeded A pada Race 2 dengan keunggulan hanya 0,032 detik atas M. Andri Abrezky. E. Amandio kembali memimpin Seeded B, sedangkan Farrel Rarellyno Augusto menjadi yang terbaik di kategori Non Seeded.

Hasil tersebut berbeda dengan Race 1. Putera Adam H Mu’Azzam keluar sebagai pemenang keseluruhan sekaligus juara Seeded A. E. Amandio memimpin Seeded B dan Kenzie Habib Nurfansya menjadi pembalap Non Seeded terbaik.

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menilai MFoS memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kompetisi motorsport nasional.

“Mandalika Festival of Speed putaran ketiga kembali menunjukkan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit mampu menghadirkan kompetisi balap nasional yang seru bagi penggemar motorsport di Tanah Air.”

Baca Juga :  MGPA Perkenalkan VIP Luxury Tent, Sensasi MotoGP dengan Kelas Berbeda

Menurut Ananda, keberadaan pembalap muda dan persaingan di berbagai kategori menjadi bagian dari proses membangun ekosistem balap yang lebih kompetitif. Ia juga mengapresiasi dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui produk balé by BTN terhadap penyelenggaraan MFoS.

Persaingan Ketat di Kelas 1500 dan 3600

Di ITCR 1500, Avan Abdullah menguasai Race 1 kategori Seeded A. Rava Mahpud menjadi yang terbaik di Seeded B, sedangkan Ananda Zayn Neymar Idy memimpin Non Seeded.

Race 2 menghadirkan pemenang berbeda. Fitra Eri merebut posisi teratas Seeded A, disusul Avan Abdullah. Abraham Franklin Nadeak menjadi juara Seeded B, sementara Ananda Zayn Neymar Idy kembali memimpin kategori Non Seeded.

Pada ISTCR 3600, Alvin Bahar tampil paling konsisten. Ia memenangkan Race 1 dan Race 2 kategori Seeded A sekaligus memimpin klasifikasi keseluruhan. Pada balapan kedua, Alvin juga mencatat fastest lap.

Gerhard Lukita menjadi juara Seeded B pada Race 1, sebelum posisi tersebut ditempati Raden Dudy Darmady pada Race 2. Muhammad Yasin Kosasih memimpin Non Seeded di Race 1, sedangkan Apip Ginanjar menjadi yang terbaik pada Race 2 dan finis kedua secara keseluruhan.

Rizky dan Rio S.B Menonjol

Krida Agya OMR juga menghasilkan pergantian pemenang. Romy Tahrizi menguasai kategori Seeded pada Race 1, sementara Rizky Rafi Thamrin menjadi pembalap Non Seeded tercepat.

Baca Juga :  Promo Berkibar Honda di Lombok, Hemat hingga Rp7,2 Juta

Pada Race 2, Rizky tampil lebih kuat. Ia memenangkan balapan sekaligus kembali menjadi juara Non Seeded. Pembalap Jepang Horino Jin menjadi pembalap Seeded terbaik.

Sementara itu, Rio S.B mempertahankan dominasinya di kategori Pro Subaru BRZ Super Series. Ia memenangkan Race 1 dan Race 2. Sudarmono juga konsisten menguasai kategori Pro AM dalam dua balapan.

Kategori AM menghasilkan pemenang berbeda. Daniel Sutrisno menjadi yang terbaik pada Race 1, sedangkan Hery Wirawan mengambil kemenangan pada Race 2. Jenser Dulmarch Hussy mempertahankan posisi teratas kategori Rookie dalam dua race.

SSS dan Time Attack

Superstars Sportscar Series menghadirkan duel berbeda dalam dua balapan. Umar Abdullah memenangkan Race 1 setelah mengungguli H. Dypo Fitramadhan dan Nadeem Rustombi.

Dypo kemudian membalas pada Race 2 dengan merebut kemenangan. Nadeem finis kedua dan Michael Jorgy Junus menempati posisi ketiga. Nadeem menjadi salah satu pembalap paling konsisten karena dua kali naik podium.

MFoS putaran ketiga juga diisi Time Attack dengan enam kategori. Ravi Fahrezi tercepat di Under 1:40, M. Harmaam Rahman memimpin Under 1:50, dan Ine Rosdiana menjadi yang terbaik di Under 2:00.

Baca Juga :  MotoGP Mandalika 2026: NTB Bidik 145 Ribu Penonton

Pada Radical Class SR1, Fandy Adianto mencatat waktu terbaik. Angelica Amara memimpin Radical Women Class dengan catatan 1:45,658, sedangkan Alvaro Peribanez menjadi satu-satunya peserta Radical Class SR3 dengan waktu 1:58,524.

Mandalika Jadi Rumah Balap Nasional

Rangkaian hasil MFoS putaran ketiga memperlihatkan bahwa aktivitas di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya bergantung pada agenda balap internasional. Sirkuit tersebut juga menjadi ruang kompetisi bagi pembalap nasional dari berbagai tingkat pengalaman.

Pembagian kelas Seeded, Non Seeded, Pro, Pro AM, AM hingga Rookie membuat kompetisi berlangsung lebih berjenjang. Format ini sekaligus memberi ruang bagi pembalap muda untuk mengembangkan pengalaman di lintasan.

MFoS putaran ketiga resmi berakhir setelah Race 2 pada Minggu (16/8/2026). Namun, aktivitas balap nasional di Mandalika belum berhenti.

MFoS putaran keempat dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *