Lombok Barat, Jurnalekbis.com — Operasi pencarian empat korban yang masih hilang setelah KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok diperpanjang satu hari. Tim SAR gabungan akan kembali melakukan penyisiran pada Rabu (19/8), setelah tujuh hari pencarian belum membuahkan hasil.
Keputusan memperpanjang operasi disampaikan Kepala Kantor SAR Mataram sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, pada Selasa (18/8).
“Berdasarkan hasil evaluasi mendalam dan koordinasi dengan unsur-unsur SAR dan pihak terkait, serta mempertimbangkan permintaan dari keluarga korban untuk penambahan hari pencarian, kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama satu hari ke depan hingga Rabu (19/8),” kata Hariyadi.
Dengan keputusan tersebut, operasi SAR KMP Putri Yasmin kini memasuki hari kedelapan. Empat korban yang belum ditemukan masih menjadi fokus utama pencarian.
212 Penumpang Selamat
Selama tujuh hari operasi, Tim SAR gabungan mencatat 212 orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur SAR dari berbagai matra. Penyisiran tidak hanya terpusat di lokasi awal kapal terbakar, tetapi diperluas mengikuti kemungkinan pergerakan korban akibat arus dan kondisi laut.
Area pencarian mencakup Selat Lombok, perairan Bali, hingga diperluas ke wilayah perairan selatan Pulau Jawa.
Pola pencarian dilakukan melalui jalur laut, udara, dan darat. Tim juga mengandalkan jaringan informasi dari kapal-kapal yang melintas serta masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Pencarian Diperluas
Selain pengerahan personel dan alat utama SAR, informasi mengenai empat korban yang masih hilang turut disebarluaskan melalui VTS Lembar.
Informasi tersebut ditujukan kepada kapal yang melintas di sekitar wilayah operasi agar setiap temuan atau indikasi keberadaan korban dapat segera dilaporkan kepada petugas.
Tim SAR juga meminta bantuan nelayan dan warga pesisir untuk meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan ditemukannya korban atau benda yang berkaitan dengan insiden KMP Putri Yasmin.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencarian mengingat luasnya wilayah perairan yang harus disisir serta kemungkinan perubahan posisi objek akibat arus laut.
Keluarga Minta Pencarian Dilanjutkan
Perpanjangan operasi dilakukan setelah evaluasi terhadap hasil pencarian selama tujuh hari. Masukan dari unsur SAR, pihak terkait, serta keluarga korban menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Hariyadi mengatakan tambahan waktu pencarian akan dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Kami memahami harapan besar dari pihak keluarga. Oleh karena itu, meski telah memasuki hari ketujuh, kami memutuskan untuk mengoptimalkan waktu tambahan ini. Seluruh personel dan alat utama (alut) tetap bersiaga untuk melanjutkan penyisiran besok pagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pencarian belum dihentikan meski tujuh hari operasi belum menemukan empat korban yang dinyatakan hilang.
Fokus Pencarian Hari Kedelapan
Memasuki hari kedelapan, Tim SAR gabungan akan kembali memusatkan pencarian pada titik-titik yang berdasarkan hasil evaluasi dinilai memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan korban.
Operasi akan tetap mengedepankan koordinasi antarunsur dan pemanfaatan seluruh sumber informasi yang tersedia.
Perpanjangan satu hari ini sekaligus menjadi kesempatan tambahan bagi tim untuk menindaklanjuti setiap informasi baru dari laut, udara maupun daratan.
Hingga Selasa (18/8), data operasi mencatat 212 orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan empat orang masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan kini berpacu dengan waktu untuk menemukan empat korban tersebut dan memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu kabar.













