ITDC Catat 2,49 Juta Kunjungan, Mandalika Tumbuh 17,39 Persen

ITDC Catat 2,49 Juta Kunjungan, Mandalika Tumbuh 17,39 Persen

JAKARTA, Jurnalekbis.com— PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membukukan 2.497.458 kunjungan wisatawan sepanjang Semester I 2026 di tiga kawasan yang dikelolanya.

Jumlah tersebut meningkat 10,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.259.269 kunjungan.

Pertumbuhan paling menonjol datang dari The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, yang mencatat 685.844 kunjungan atau tumbuh 17,39 persen secara tahunan. Capaian tersebut bahkan mencapai 124,7 persen dari target perusahaan.

Kinerja itu menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas pariwisata di kawasan Mandalika terus berkembang, tidak hanya dari sisi jumlah pengunjung, tetapi juga dari tingkat hunian dan intensitas kegiatan yang berlangsung di kawasan.

Plt. Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini menunjukkan strategi pengembangan destinasi mulai menghasilkan pertumbuhan yang lebih berkualitas.

“Kami tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap destinasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya okupansi, lama tinggal wisatawan, aktivitas bisnis, serta peluang investasi.”

Menurut dia, karakter setiap kawasan berbeda sehingga pendekatan pengembangannya tidak dapat diseragamkan. ITDC kini mendorong masing-masing destinasi agar memiliki kekuatan bisnis sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat, pelaku usaha, tenant, dan investor.

Baca Juga :  Melihat Eduwisata Farming Sebelah Jalur Sutt PLN Di Kecamatan Batulayar

The Nusa Dua Masih Jadi Penyumbang Terbesar

Dari total kunjungan tersebut, The Nusa Dua di Bali menjadi kontributor terbesar dengan 1.798.004 wisatawan.

Angka itu naik 8,16 persen dibandingkan Semester I 2025.

Selain jumlah pengunjung, performa operasional kawasan juga relatif kuat. Tingkat okupansi rata-rata mencapai 70,51 persen, sedangkan lama tinggal wisatawan atau length of stay berada di angka 2,76 malam.

Angka lama tinggal menjadi indikator penting karena semakin panjang wisatawan berada di destinasi, semakin besar pula peluang belanja yang mengalir ke sektor hotel, restoran, transportasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.

Mandalika Tumbuh Paling Cepat

Di antara tiga kawasan ITDC, The Mandalika mencatat pertumbuhan kunjungan tertinggi.

Sebanyak 685.844 wisatawan datang sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pertumbuhan 17,39 persen tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan okupansi rata-rata dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen.

Peningkatan tersebut tidak terlepas dari semakin aktifnya penyelenggaraan agenda olahraga, hiburan, serta kegiatan komunitas di kawasan.

Posisi Mandalika sebagai destinasi sport and lifestyle tourism juga akan mendapat dorongan tambahan pada Semester II melalui agenda olahraga internasional, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Baca Juga :  Pertamina Enduro Mandalika Racing Series 2023, Putaran Kedua Sukses Digelar

Event tersebut diproyeksikan tidak hanya mendatangkan penonton, tetapi juga menggerakkan hotel, transportasi, restoran, UMKM, ekonomi kreatif, dan berbagai usaha lokal di Nusa Tenggara Barat.

Golo Mori Mulai Bangun Pasar MICE

Sementara itu, The Golo Mori di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mencatat 13.610 kunjungan wisatawan pada Semester I 2026.

Jumlah tersebut meningkat 6,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Yang lebih mencolok adalah tingkat okupansi yang naik dari 3,83 persen menjadi 17,09 persen.

Kawasan ini juga menunjukkan potensi berbeda dibandingkan dua destinasi lainnya. The Golo Mori diarahkan sebagai destinasi MICE premium, dengan rata-rata MICE Average Spending per Pax tercatat hampir tiga kali lipat dari target perusahaan.

Artinya, pertumbuhan kawasan tidak semata diukur dari jumlah orang yang datang, tetapi juga dari nilai ekonomi yang dihasilkan setiap kegiatan konferensi, pertemuan perusahaan, corporate gathering, dan agenda bisnis.

Semester II Jadi Ujian Berikutnya

Memasuki paruh kedua 2026, ITDC menargetkan momentum pertumbuhan tersebut terus berlanjut.

The Mandalika akan mengandalkan agenda olahraga dan hiburan, The Golo Mori memperluas pasar MICE, sementara The Nusa Dua mempertahankan aktivitas leisure dan berbagai agenda pertemuan internasional.

Baca Juga :   ITDC Fokus Jadikan The Mandalika Sebagai Destinasi Utama Sport Tourism di Indonesia

Ahmad Fajar menilai diversifikasi tersebut menjadi kekuatan utama perusahaan.

“The Nusa Dua terus memperkuat posisinya sebagai destinasi leisure kelas dunia, The Mandalika berkembang sebagai penggerak sport tourism nasional, sementara The Golo Mori semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur.”

Bagi daerah, pertumbuhan ketiga kawasan tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar statistik kunjungan. Pergerakan wisatawan berpotensi meningkatkan permintaan kamar hotel, transportasi, kuliner, jasa perjalanan, produk UMKM, hingga aktivitas ekonomi kreatif.

ITDC pun memproyeksikan rangkaian agenda Semester II menjadi katalis untuk memperbesar multiplier effect pariwisata sekaligus memperkuat posisi ketiga kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis destinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *