Jurnalekbis – Sebanyak 46 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Semai Harapan Bangsa, Jempong, mendatangi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Mataram untuk mengenali lebih dekat fungsi radio dan berbagai perangkat komunikasi secara langsung pada Rabu, 16 September 2026.
Kegiatan edukatif ini dirancang sebagai bagian dari kurikulum tematik sekolah yang membahas topik alat komunikasi. Melalui kunjungan lapangan tersebut, para siswa diajak keluar kelas guna mempertemukan teori yang dipelajari di sekolah dengan bentuk nyata di dunia penyiaran.
Pengalaman Belajar Konkret di Luar Kelas
Kepala TK Semai Harapan Bangsa, Haryanto, menjelaskan bahwa keputusan membawa seluruh siswanya berkunjung ke RRI Mataram didasari oleh kebutuhan untuk memberikan pemahaman yang utuh. Menurutnya, menghadirkan perangkat komunikasi skala siaran langsung ke dalam ruang kelas merupakan hal yang tidak memungkinkan.
“Kami kan punya topik pelajaran setiap hari itu alat komunikasi. Untuk mengenalkan alat komunikasi kepada anak-anak yang real, itu kan tidak mungkin dihadirkan di sekolah. Makanya kita kunjungi RRI supaya anak-anak punya pemahaman tentang alat komunikasi itu secara utuh,” ujar Haryanto.
Ia menambahkan, salah satu poin utama yang diperkenalkan kepada anak-anak adalah proses sederhana di balik kemunculan suara dari sebuah perangkat radio. Selama ini, para siswa telah akrab dengan benda bernama radio, namun belum memahami secara utuh dari mana sumber suara tersebut berasal.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengalaman pertama pihak sekolah mendatangi kembali RRI Mataram setelah berselang waktu yang cukup lama. Haryanto menilai metode pembelajaran di luar kelas terbukti efektif dalam memicu antusiasme peserta didik yang kerap merasa ruang geraknya terbatas di dalam kelas.
“Setiap kita punya acara yang sifatnya kunjungan atau outing itu anak-anak selalu bersemangat. Karena dia kan hanya di kelas, kehidupan di kelas itu terbatas pada kondisi di kelas itu saja,” tuturnya.
Membuka Ruang Kolaborasi dan Pengembangan Bakat Siswa
Selain memperkaya wawasan siswa mengenai perangkat penyiaran, kunjungan ini turut membuka peluang kerja sama antara pihak sekolah dengan LPP RRI Mataram. Haryanto mengaku terkesan dengan penjelasan mengenai tugas serta fungsi RRI yang turut membuka ruang partisipasi bagi masyarakat luas dalam program-program siarannya.
Ke depan, pihak sekolah berencana menyiapkan program khusus untuk mengasah potensi dan kemampuan siswi agar dapat berpartisipasi langsung dalam siaran radio.
“Yang paling terkesan tentang itu, sehingga kami ke depannya nanti akan banyak menyiapkan paket-paket talent, supaya anak-anak bisa ikut siaran di RRI,” ucap Haryanto.
Ia berharap sinergi tersebut dapat berlanjut secara konsisten, di mana sekolah akan lebih terarah dalam membina bakat anak-anak agar siap ditampilkan dalam ruang siaran publik. “Kedepannya lagi juga akan kami lebih fokus ke bagaimana menyiapkan talent-talent anak-anak itu supaya bisa lebih konkret, supaya bisa disiarkan di RRI,” imbuhnya.
Sambutan Positif dari Wali Murid
Antusiasme tidak hanya datang dari para siswa dan pihak guru, melainkan juga mendapat apresiasi penuh dari para orang tua murid. Wulan, salah satu wali murid yang turut mendampingi, menyatakan kegembiraannya atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak untuk melihat fasilitas penyiaran secara langsung.
“Kami merasa senang karena anak kami diberikan kesempatan untuk melihat alat-alat siaran di RRI,” ungkap Wulan.
Ia menilai, kegiatan ini berhasil menghadirkan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan anak-anak mengenai teknologi dan perangkat yang digunakan dalam dunia penyiaran profesional.
“Anak-anak kami sangat senang dengan kunjungan ini, pengetahuan anak-anak kami juga bertambah terkait alat siaran melalui kunjungan tersebut,” pungkasnya.












