Harga Jagung Rp7.400, Peternak Ayam Lotim Minta SPHP

Harga Jagung Rp7.400, Peternak Ayam Lotim Minta SPHP
Harga Jagung Rp7.400, Peternak Ayam Lotim Minta SPHP
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com — Harga jagung yang mencapai Rp7.400 per kilogram membuat ratusan peternak ayam di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tertekan. Mereka menilai kenaikan harga bahan baku pakan tersebut ikut mengerek biaya produksi dan mengancam keberlangsungan usaha.

Kondisi itu mendorong para peternak menggelar musyawarah untuk menyatukan aspirasi sekaligus mencari solusi atas mahalnya harga jagung. Mereka meminta pemerintah daerah turun tangan agar peternak memperoleh akses terhadap jagung SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Para peternak secara khusus meminta Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Timur melakukan pendataan dan mengusulkan nama-nama peternak yang memenuhi persyaratan agar masuk dalam SK penerima jagung SPHP.

Menurut mereka, akses terhadap jagung dengan harga yang lebih terjangkau dapat membantu menahan lonjakan biaya pakan. Sebab, jagung menjadi salah satu bahan utama dalam formulasi pakan ayam.

Junaidi, peternak ayam asal Desa Leming, Kecamatan Terara, mengatakan kenaikan harga jagung mulai memberi tekanan nyata terhadap usaha yang dijalankannya.

“Kami berharap pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dapat memperhatikan kondisi kami. Dengan harga jagung yang mencapai Rp7.400 per kilogram, biaya produksi semakin berat. Kami berharap peternak di Lombok Timur bisa mendapatkan akses jagung SPHP,” ujar Junaidi.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memastikan peternak yang membutuhkan benar-benar memperoleh akses program tersebut.

Para peternak menilai persoalan harga jagung tidak bisa dilihat hanya dari sisi harga komoditas. Kenaikan bahan baku secara langsung memengaruhi struktur biaya produksi peternakan ayam.

Jika harga pakan ikut meningkat, peternak harus menghadapi tekanan tambahan, sementara mereka tetap harus menjaga biaya operasional dan memenuhi kebutuhan pasar.

Karena itu, dalam musyawarah tersebut, peternak mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah. Mereka meminta Dinas Peternakan Lombok Timur berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait untuk memastikan program SPHP dapat menjangkau peternak ayam di daerah tersebut.

Materi Iklan FINAL 2026

Aspirasi itu juga berkaitan dengan kebutuhan kepastian usaha. Bagi peternak, kestabilan harga bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produksi tetap berjalan.

Mereka berharap pemerintah segera merespons kondisi tersebut dengan melakukan verifikasi data peternak, menentukan penerima sesuai ketentuan, kemudian mengusulkan mereka dalam SK penerima jagung SPHP.

Musyawarah ratusan peternak itu menjadi sinyal bahwa kenaikan harga jagung mulai menjadi persoalan serius di tingkat pelaku usaha. Mereka kini menunggu langkah pemerintah daerah agar persoalan biaya pakan tidak semakin menekan usaha peternakan ayam di Lombok Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *