Desa Medana Bergerak: Jamur Tiram Jadi Mesin Ekonomi Warga

Desa Medana Bergerak: Jamur Tiram Jadi Mesin Ekonomi Warga
Desa Medana Bergerak: Jamur Tiram Jadi Mesin Ekonomi Warga
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com –  Program Desa Berdaya Medana mulai mengubah aktivitas ekonomi masyarakat Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, setelah berjalan selama satu tahun. Kelompok perempuan kini mengembangkan usaha jamur tiram, Virgin Coconut Oil (VCO), dan Batik Sasak, sekaligus mengalokasikan sebagian keuntungan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Usaha jamur tiram menjadi salah satu penggerak utama. Rumah jamur yang dikelola Klub Baca Perempuan (KBP) mampu menghasilkan hingga 900 kilogram jamur per bulan dengan pendapatan sekitar Rp20 juta-Rp23 juta.

Sementara itu, usaha VCO menjual sekitar 68 botol setiap bulan dengan pendapatan mencapai Rp1,9 juta. Produk tersebut telah menjangkau pasar di Lombok dan sejumlah wilayah Indonesia, bahkan menembus Singapura.

Ketua Klub Baca Perempuan, Nursida Syam, mengatakan pengembangan usaha tersebut mulai memberikan dampak bagi sekitar 58 anggota kelompok.

“Melalui intervensi pengembangan UMKM ini, dampaknya sangat signifikan bagi kurang lebih 58 orang anggota kami,” ujar Nursida.

Program yang digagas PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) bersama KBP ini menyasar persoalan sosial dan ekonomi di Desa Medana.

Data program mencatat terdapat 1.801 kepala keluarga di desa tersebut. Dari jumlah itu, 671 KK atau 37,25 persen masuk kategori miskin atau tidak mampu. Selain itu, terdapat 1.655 penduduk yang belum atau tidak bekerja, termasuk 838 perempuan.

KBP kemudian mendorong perempuan mengambil peran lebih besar dalam kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal.

Namun, keuntungan usaha tidak seluruhnya dibagikan kepada anggota. Kelompok menyepakati 70 persen hasil usaha digunakan kembali untuk menjaga keberlanjutan produksi, sedangkan 30 persen dialokasikan untuk kegiatan sosial.

Dari skema tersebut, hasil penjualan jamur ikut membiayai pasar gratis yang menjangkau sekitar 50-70 orang setiap pekan. Penerimanya antara lain orang tua tunggal, anak yatim piatu, dan penyandang disabilitas.

Saat musim kemarau, kelompok juga menggunakan sebagian hasil usaha untuk membeli dan menyalurkan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan. Kegiatan sosial mereka turut mencakup kampanye gemar membaca serta distribusi bahan bacaan bagi anak-anak di sekolah dan perpustakaan komunitas.

General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan program tersebut diarahkan agar masyarakat menjadi penggerak utama perubahan ekonomi di desanya.

Materi Iklan FINAL 2026

“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dari perubahan di desanya sendiri. Ketika usaha tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat dan sebagian manfaatnya kembali untuk membantu masyarakat lainnya,” kata Yondri.

Dampak program juga mendapat pengukuran independen melalui Social Return on Investment (SROI). Hasilnya mencapai 2,56, yang berarti setiap Rp1 investasi sosial menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi terukur sekitar Rp2,56.

Memasuki tahun kedua, PLN dan KBP menyiapkan penguatan Sentra UMKM Medana. Fokusnya mencakup peningkatan produksi jamur tiram dan Batik Sasak, pengembangan Tenun Bayan, diversifikasi serta sertifikasi produk, hingga perluasan promosi dan pemasaran.

Program ini menunjukkan pola pemberdayaan yang tidak berhenti pada bantuan awal. Ketika usaha menghasilkan pendapatan, sebagian keuntungan kembali menjadi modal produksi dan sebagian lainnya mengalir untuk kebutuhan sosial masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *