Pertagas Raih 7 Penghargaan, Program Desa Jadi Andalan

Pertagas Raih 7 Penghargaan, Program Desa Jadi Andalan
Pertagas Raih 7 Penghargaan, Program Desa Jadi Andalan
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com — PT Pertamina Gas (Pertagas) meraih tujuh penghargaan dalam ajang CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan untuk program pemberdayaan masyarakat yang berjalan di sejumlah wilayah operasi Pertagas.

Ajang tersebut berlangsung di Gedung Utama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Satu penghargaan diberikan kepada Direktur Utama Pertagas, Indra Pehulisa. Ia meraih kategori Outstanding atas kepemimpinan dan komitmennya dalam mendorong pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di perusahaan.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menyerahkan penghargaan tersebut secara langsung.

Lima wilayah operasi Pertagas juga mendapat penghargaan. Operation East Java Area (OEJA) meraih kategori Gold. Sementara Operation Kalimantan Area (OKA), Operation North Sumatera Area (ONSA), Operation South Sumatera Area (OSSA), dan Operation West Java Area (OWJA) memperoleh kategori Silver. Kategori Bronze diraih Operation Central Sumatera Area (OCSA).

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang menjalankan program sosial dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

“Ini merupakan inisiatif yang sangat strategis sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan desa melalui program CSR,” kata Riza.

Menurut Riza, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) menggelar agenda tahunan tersebut untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan berbagai pihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah program Pertagas mengangkat potensi ekonomi lokal. Salah satunya Budidaya Ikan Nila Tambak Belawan yang dikembangkan ONSA. Program ini menyasar kelompok pembudidaya ikan di Belawan dengan mendorong kegiatan perikanan sebagai sumber ekonomi masyarakat.

Di Sumatera, OCSA menjalankan ScaleUp Nanas di Desa Lubuk Karet. Program ini mengolah buah nanas menjadi sirup, selai, dan keripik. Daunnya juga tidak lagi sekadar menjadi limbah, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan serat alami untuk kerajinan.

OSSA mengembangkan program PINA LESTARI atau Nanas untuk Akselerasi Ekonomi serta Keberlanjutan Alam yang Asri. Program ini meningkatkan nilai guna limbah daun nanas sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan pengolahan produk.

Sementara itu, OWJA menjalankan Megamendung (Mendukung Gerakan Ekonomi Desa Unggul) dengan fokus pada tantangan energi, lingkungan, perubahan iklim, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

Materi Iklan FINAL 2026

Di Kalimantan, OKA mengembangkan Karyadarsa (Karya Akselerasi Desa Sejahtera) untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat Desa Karya Jaya.

Corporate Secretary Pertagas Sulthani Adil Mangatur mengatakan program TJSL perusahaan diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Program CSR Pertagas ditujukan untuk mendukung pengembangan masyarakat dan ekonomi desa agar tumbuh dan maju sejalan dengan pertumbuhan bisnis perusahaan,” ujar Sulthani.

Ia menambahkan, Pertagas menjalankan program berbasis potensi lokal di wilayah operasinya dan berupaya menjaga manfaatnya agar terus dirasakan masyarakat.

“Pertagas berkomitmen mendukung kesejahteraan masyarakat desa sejalan dengan Asta Cita Pemerintah untuk membangun dari desa atau pinggiran,” kata Sulthani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *