JURNALEKBIS.com – LOMBOK BARAT, Menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kesiapan konektivitas transportasi menuju Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk melalui jalur laut dari Pulau Jawa.
Penguatan konektivitas tersebut dilakukan melalui kolaborasi ITDC dengan PT Dharma Lautan Utama (DLU). Selasa (6/10/2026), kedua pihak melakukan simulasi angkutan pelayaran sekaligus pemeriksaan armada KM Dharma Kencana milik DLU yang melayani rute Surabaya-Lombok di Pelabuhan PDS Lembar.

Direktur Operasional ITDC Troy Reza Warokka mengatakan dukungan DLU menjadi bagian penting dalam memastikan konektivitas menuju Mandalika selama momentum MotoGP. Menurutnya, ajang balap tersebut tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi, termasuk bagi sektor transportasi.
Baca juga: MotoGP Mandalika 2026: 2.500 Relawan Kini Dilindungi BPJS
Troy menyebut layanan Surabaya-Lombok dan Lombok-Surabaya dengan waktu tempuh sekitar 18 jam menjadi bentuk konkret kolaborasi ITDC, MGPA dan pelaku usaha transportasi laut. Menurut dia, kerja sama tersebut menunjukkan peran sport tourism sebagai investasi yang dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Ia mengapresiasi komitmen DLU dan berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut, bukan hanya untuk MotoGP Mandalika, tetapi juga berbagai agenda internasional lainnya. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BUMN dan sektor swasta menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas pariwisata.
Troy juga menilai konektivitas udara, laut dan darat menuju NTB saat ini telah memberikan berbagai pilihan bagi masyarakat. Kapal laut, kata dia, memiliki keunggulan karena selain mengangkut penumpang juga dapat membawa kendaraan, sehingga mendukung mobilitas wisatawan maupun komunitas dari Pulau Jawa.
Menurut Troy, keberadaan konektivitas tersebut tidak hanya bermanfaat selama MotoGP. Jalur transportasi yang semakin terhubung dinilai dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pariwisata NTB, terutama karena tingkat keterisian atau okupansi layanan transportasi menunjukkan permintaan yang cukup baik.
Troy menekankan aspek keselamatan sebagai bagian penting dari penyelenggaraan sport tourism. Menurutnya, standar keselamatan tidak hanya berlaku di sirkuit MotoGP, tetapi juga harus menjadi perhatian dalam perjalanan wisatawan menggunakan transportasi laut maupun udara.
“Kalau MotoGP itu kita bicara sirkuit, unsur safety. Sama, ini kapal laut unsur safety. Jadi artinya kalau kita bicara sport tourism bukan hanya masalah kunjungannya, tapi keselamatannya pun menjadi perhatian,” ujar Troy.
Baca juga: 9 Pembalap MotoGP Tiba di Lombok
Ia mengatakan penyediaan transportasi laut merupakan salah satu respons terhadap kebutuhan konektivitas masyarakat yang hendak datang ke NTB. Troy juga menyebut sejumlah komunitas sepeda motor dari Pulau Jawa telah memanfaatkan kapal laut untuk menuju Mandalika karena dinilai lebih terjangkau sekaligus memungkinkan mereka membawa kendaraan.
Selain konektivitas, Troy menyoroti dampak MotoGP terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan MotoGP didominasi masyarakat lokal NTB, dengan Lombok Tengah menjadi wilayah yang paling dominan, kemudian Lombok Timur, Lombok Selatan, Sumbawa hingga Bima.
Menurut Troy, pengalaman dan pelatihan selama keterlibatan dalam MotoGP dapat meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal sehingga memiliki bekal untuk berakselerasi di industri pariwisata Mandalika setelah penyelenggaraan MotoGP berakhir.

Sementara itu, Manajer Cabang PT DLU Lombok Firman Dandy mengatakan DLU menyiapkan dua armada untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju Lombok. Kedua kapal tersebut tetap melayani perjalanan rutin dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 dari Surabaya dan pukul 11.00 dari Lombok.
Firman mengatakan sejumlah rombongan penumpang serta kendaraan, termasuk komunitas sepeda motor dan mobil dari Pulau Jawa, telah melakukan pemesanan tiket menuju Lombok. Untuk sementara, DLU belum menambah armada karena dua kapal yang tersedia dinilai masih mencukupi kebutuhan.
Baca juga: 2.678 Personel Kawal MotoGP Mandalika 2026
Adapun dua kapal tersebut memiliki kapasitas berbeda. Armada pertama berkapasitas 554 penumpang dan dapat mengangkut hingga 84 kendaraan campuran, sedangkan KM Kirana 7 berkapasitas 471 penumpang dan mampu membawa hingga 62 kendaraan campuran. Keduanya melayani penyeberangan dari Surabaya dan Lombok.
Firman menyebut okupansi pemesanan tiket penumpang maupun kendaraan telah mendekati 100 persen dan mengalami peningkatan sekitar 25 persen pada momentum MotoGP tahun ini.
Ia memastikan harga tiket tidak mengalami perubahan khusus selama MotoGP dan layanan tetap terbuka bagi penumpang umum. Dari sisi keselamatan, seluruh peralatan dinyatakan lengkap dan teruji, kapal dioperasikan kru tersertifikasi serta terlatih, dan armada telah melalui ramp check.
Dengan dukungan armada, fasilitas, serta aspek keselamatan yang telah disiapkan, kolaborasi ITDC dan DLU diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi menuju Mandalika selama MotoGP 2026.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata dan sektor ekonomi di NTB melalui penguatan sport tourism.












