JURNALEKBIS.com – LOMBOK BARAT, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat mencatat lonjakan signifikan arus balik penonton MotoGP dari Lombok menuju Bali melalui UPT Pelabuhan Senggigi. Pada Senin, 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 562 penumpang memanfaatkan layanan kapal cepat (fast boat) untuk menyeberang pasca-gelaran ajang balap motor bergengsi tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayaran Erwin Rahman, mengungkapkan bahwa tingginya volume penumpang ini menunjukkan pergeseran preferensi wisatawan yang mulai melirik Pelabuhan Senggigi sebagai alternatif utama selain Pelabuhan Lembar.
“Jika dibandingkan dengan hari biasa yang rata-rata hanya melayani 150 hingga 200 penumpang, hari ini terjadi kenaikan sekitar 150 hingga 170 persen. Puncak kepadatan terjadi hingga pukul 17.00 WITA,” ujar Erwin saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Baca juga:Â Imbas MotoGP Mandalika 2026, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang hingga 40 Persen
Meskipun permintaan melonjak drastis, Erwin memastikan bahwa operator pelayanan tidak melakukan spekulasi harga. Tarif tiket fast boat dari Senggigi menuju Bali tetap stabil dan normal sesuai ketentuan.
“Terkait harga, saya pastikan tidak ada kenaikan gara-gara MotoGP. Tarif tetap normal dan utuh sesuai aturan. Operator yang beroperasi di antaranya Eka Jaya, Semaya, dan Wahana,” tegasnya.
Dari sisi operasional, tidak ada penambahan armada kapal secara fisik. Namun, intensitas perjalanan (trip) dimaksimalkan untuk mengakomodasi membludaknya penumpang.
“Secara armada tidak ada penambahan, namun frekuensi pemberangkatan mencapai 14 trip untuk melayani arus balik ini. Ini membuktikan bahwa kapasitas existing mampu menyerap lonjakan penumpang saat event besar,” tambahnya.
Baca juga:Â Puncak Arus Balik MotoGP Mandalika, ASDP Catat Penumpang Naik 326 Persen dan Motor 205 Persen
Data dari UPT Pelabuhan Senggigi menunjukkan komposisi penumpang terdiri dari wisatawan lokal dan mancanegara dengan porsi yang seimbang.
Hal ini mengindikasikan bahwa Pelabuhan Senggigi telah bertransformasi menjadi pintu gerbang strategis bagi mobilitas wisatawan, tidak hanya untuk rute harian biasa, tetapi juga untuk mendukung event internasional berskala besar seperti MotoGP.
Keberhasilan pengelolaan arus balik di Senggigi tahun ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk terus membenahi infrastruktur dan layanan pelabuhan guna mendukung industri pariwisata daerah di masa depan.
Hingga Selasa (13/10/2026) hari ini, Erwin menyebutkan bahwa volume penumpang telah berangsur normal kembali, berbeda dengan pola di Pelabuhan Lembar yang biasanya masih mengalami kepadatan hingga beberapa hari setelah acara (H+).












