JURNALEKBIS.com — LOMBOK BARAT, Arus balik penonton MotoGP Mandalika 2026 melalui Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami lonjakan signifikan. Jumlah sepeda motor yang menyeberang meningkat hingga 205 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah penumpang melonjak lebih dari tiga kali lipat.
General Manager (GM) PT Indonesia Ferry Cabang Lembar melalui Port Operation Superintendent, Tondi Arifin,
mengatakan puncak arus balik terjadi pada malam hari setelah rangkaian kegiatan MotoGP Mandalika. Lonjakan penumpang dan kendaraan mulai terlihat pada sore hari, sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WITA, dan berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WITA.
Baca juga: Imbas MotoGP Mandalika 2026, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang hingga 40 Persen
Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah sepeda motor yang menyeberang melalui Pelabuhan Lembar pada periode puncak mencapai 1.642 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 205 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 537 unit.
“Roda dua itu tahun lalu sekitar 537 unit, sedangkan tahun ini meningkat 205 persen, sekitar 1.642 motor,” kata Tondi saat menjelaskan perkembangan arus balik.
Lonjakan juga terjadi pada jumlah penumpang dewasa. Pada periode yang sama tahun lalu, penumpang dewasa tercatat sebanyak 285 orang. Tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 1.176 orang atau sekitar 320 persen.
Sementara itu, jumlah penumpang anak-anak meningkat dari lima orang pada tahun lalu menjadi 62 orang pada tahun ini. Secara keseluruhan, kenaikan jumlah penumpang dewasa dan anak-anak mencapai sekitar 326 persen berdasarkan perhitungan yang disampaikan Tondi.
Menurut dia, peningkatan paling menonjol terjadi pada kategori sepeda motor dan penumpang. Adapun jumlah kendaraan roda empat juga mengalami kenaikan, tetapi tidak sebesar lonjakan kendaraan roda dua.
Baca juga: MyBluebird Berubah! Kini Bisa Pesan Taksi, Rental hingga Antar Barang
Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, operasional penyeberangan dilakukan secara fleksibel. Kapal yang telah siap melayani penumpang dapat diberangkatkan lebih awal tanpa harus menunggu giliran sesuai jadwal reguler.
Tondi menjelaskan, berdasarkan informasi operasional yang diterimanya, terdapat upaya percepatan keberangkatan kapal untuk mengurangi waktu tunggu dan memperlancar proses bongkar muat. Namun, dia belum dapat memastikan apakah jumlah kapal yang beroperasi benar-benar bertambah dari enam menjadi sembilan armada atau hanya terjadi percepatan layanan.
Meski terjadi lonjakan, antrean kendaraan di Pelabuhan Lembar masih dapat ditampung di dalam kawasan pelabuhan dan belum meluas hingga ke jalan raya.
“Alhamdulillah, tidak sampai ke jalan. Antrean masih berada di area pelabuhan, meskipun lebih panjang dibandingkan kondisi normal,” ujarnya.
Tondi menambahkan, pada hari biasa jumlah penumpang di Pelabuhan Lembar umumnya berkisar 200 hingga 300 orang. Menjelang puncak arus balik MotoGP, jumlah tersebut mulai meningkat, sebelum akhirnya mencapai lebih dari seribu penumpang pada malam puncak.
Baca juga: Sabu 72,42 Gram Dibawa Pakai Brio Merah, Dua Pria Ditangkap di Lombok Barat
Kondisi arus balik di Pelabuhan Lembar juga terbantu oleh ketersediaan ruang untuk menampung kendaraan dan pola distribusi angkutan logistik. Menurut Tondi, arus kendaraan barang relatif terkendali karena distribusi logistik tidak hanya bertumpu pada satu pelabuhan.
Sebaliknya, Pelabuhan Padangbai di Bali menghadapi dinamika arus kendaraan yang berbeda. Berdasarkan data yang dipaparkannya, puncak keberangkatan dari Padangbai menuju Lombok terjadi pada 9 Oktober 2026, dengan peningkatan terutama pada sepeda motor dan penumpang pejalan kaki.
Jumlah sepeda motor dari Padangbai meningkat dari 1.464 unit pada 2025 menjadi sekitar 1.607 unit pada 2026, atau naik 9,77 persen. Sementara itu, penumpang pejalan kaki dewasa bertambah dari 609 orang menjadi 871 orang, sedangkan penumpang anak-anak atau bayi meningkat dari delapan menjadi 55 orang.
Tondi menyebutkan, peningkatan mobilitas tersebut menjadi perhatian dalam pengaturan layanan penyeberangan selama periode MotoGP Mandalika. Koordinasi operasional dan percepatan keberangkatan kapal dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun penumpang.
Meski volume pergerakan meningkat tajam, kondisi di Pelabuhan Lembar sejauh ini masih terkendali. Ketersediaan ruang penampungan dan penyesuaian operasional kapal menjadi faktor penting untuk mencegah antrean meluas hingga ke luar kawasan pelabuhan.












