Bapanas Sidak Pasar Mataram, Harga Beras Masih Sesuai HET

Bapanas Sidak Pasar Mataram, Harga Beras Masih Sesuai HET
Bapanas Sidak Pasar Mataram, Harga Beras Masih Sesuai HET
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum BULOG dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram, serta sejumlah ritel modern. Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan, harga, dan mutu beras tetap terkendali di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan.

Dalam sidak tersebut, tim menemukan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras medium, dan beras premium secara umum masih sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, petugas juga mencatat masih adanya beras yang beredar tanpa label mutu pangan.

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Dr. Rachmad Firdaus, mengatakan pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sekaligus memastikan kualitas produk yang beredar di masyarakat.

“Intinya, sasaran Bapak Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Pertanian, kita untuk menjaga stabilisasi ketersediaan dan harga beras, termasuk mutu beras,” kata Rachmad saat menjelaskan hasil pemantauan di NTB.

Menurut dia, tim telah memantau kondisi perberasan di NTB selama lebih dari satu bulan. Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan dan harga relatif terkendali, meskipun pemerintah tetap perlu mengawasi pergerakan harga beras premium.

“Jadi, kita bisa menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Rachmad juga menyebut tim tidak menemukan beras berkutu maupun beras rusak akibat penyimpanan terlalu lama selama pemeriksaan di lokasi tersebut. Meski demikian, keberadaan beras tanpa label mutu pangan menjadi catatan yang perlu ditindaklanjuti.

Temuan itu menunjukkan pengawasan pasar tidak cukup hanya memeriksa harga dan ketersediaan. Pemerintah juga perlu memastikan informasi mutu produk jelas agar konsumen memperoleh beras sesuai standar.

Kepala Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar, menyatakan stok beras yang dikelola BULOG berada dalam kondisi aman. Menurut dia, persediaan tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga 27 bulan ke depan.

“Stok kita cukup aman sampai dengan 27 bulan ke depan,” kata Mara.

Ia menjelaskan, harga beras SPHP yang ditemukan di pasar masih berada pada kisaran Rp10.500 hingga Rp12.500 per kilogram, sesuai dengan HET yang berlaku untuk wilayah dan jenis kemasan terkait. Bahkan, sejumlah pedagang menjualnya di bawah batas tersebut.

BULOG juga terus menyalurkan beras SPHP untuk menjaga pasokan dan meredam tekanan harga. Mara menyebut penyaluran saat ini mencapai sekitar 80 hingga 100 ton per hari.

Menurut dia, distribusi tersebut akan terus berjalan untuk membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau. BULOG juga melanjutkan penyerapan gabah dan beras guna menjaga ketersediaan stok.

Mara mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena persediaan dinilai mencukupi. Ia juga menegaskan bahwa pemantauan harga dan distribusi perlu terus dilakukan agar tidak muncul gejolak di pasar.

Materi Iklan FINAL 2026

Sidak di Pasar Kebon Roek dan ritel modern tersebut turut melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB yang dipimpin Lalu Mirza Amir Hamzah B., serta unsur satgas daerah dan kepolisian.

Pemerintah menempatkan stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan kualitas beras sebagai fokus pengawasan. Langkah ini penting untuk memastikan pasokan tersedia, harga tidak melampaui ketentuan, dan masyarakat mendapatkan produk pangan yang layak.

Meski hasil pemantauan menunjukkan kondisi perberasan NTB relatif terkendali, temuan beras tanpa label mutu menjadi pekerjaan lanjutan bagi pihak terkait. Pengawasan berkala diperlukan agar stabilitas pangan tidak hanya tercermin dari stok yang cukup, tetapi juga dari kepatuhan pedagang terhadap ketentuan mutu dan perdagangan.

Dengan pasokan yang diklaim aman serta penyaluran SPHP yang terus berlangsung, pemerintah berharap kebutuhan beras masyarakat NTB tetap terpenuhi tanpa lonjakan harga yang memberatkan konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *