Polda NTB Bidik Pelanggar Lawan Arus hingga Pengendara Main HP

Polda NTB Bidik Pelanggar Lawan Arus hingga Pengendara Main HP
Dirlantas Polda NTB : KOMBES POL. IMAN PRIBADI SANTOSO
Materi Iklan FINAL 2026

Mataram– Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan rangkaian operasi kepolisian untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas hingga akhir 2026. Setelah Operasi Patuh Rinjani 2026, polisi berencana menggelar Operasi Zebra pada November, kemudian Operasi Lilin menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Iman Pribadi Santoso mengatakan Operasi Patuh Rinjani berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Jika kondisi lalu lintas belum menunjukkan ketertiban yang diharapkan, kepolisian akan melanjutkan penindakan melalui Operasi Zebra pada 16–29 November 2026.

“Operasi ini akan beruntutan. Kami mohon kerja samanya dari semua stakeholder maupun masyarakat pengguna jalan agar tertib berlalu lintas,” kata Iman saat menjelaskan strategi penanganan pelanggaran lalu lintas di NTB.

Menurutnya, rangkaian operasi tersebut bertujuan mengurangi pelanggaran, menekan angka kecelakaan, dan meminimalkan fatalitas korban di jalan raya.

Lawan Arus hingga Main HP Jadi Sasaran

Iman menjelaskan, petugas akan menyasar pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan serius. Pelanggaran tersebut antara lain melawan arus, menerobos lampu merah, mengabaikan rambu lalu lintas, serta tidak mematuhi arahan petugas di lapangan.

Polisi juga menindak pengendara yang menggunakan telepon seluler saat berkendara, baik sepeda motor maupun mobil. Praktik berboncengan tiga pada sepeda motor dan penggunaan helm yang tidak sesuai ketentuan turut menjadi perhatian.

Pengendara dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm dengan benar serta mengunci tali pengaman. Ketentuan ini juga berlaku bagi anak-anak yang dibonceng orang tuanya.

Iman secara khusus mengingatkan orang tua yang mengantar anak ke sekolah agar memastikan anak memakai helm sebelum memulai perjalanan.

“Kami melihat kalau anak-anak dibonceng tidak menggunakan helm, ini memprihatinkan. Kalau terjatuh, bisa mengakibatkan fatalitas korban,” ujarnya.

Pelanggaran Jadi Pemicu Kecelakaan

Dirlantas Polda NTB menilai perilaku pengendara menjadi faktor penting dalam upaya mencegah kecelakaan. Menurut Iman, ketidakpatuhan terhadap aturan, penggunaan jalur yang salah, dan pelanggaran batas kecepatan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Ia mencontohkan pengendara yang mengabaikan batas kecepatan di jalan perkotaan maupun ruas jalan dengan ketentuan kecepatan tertentu.

“Ya, kecelakaan diawali dari pelanggaran. Pelanggaran dan ketidaktertiban,” kata Iman.

Karena itu, kepolisian mengajak masyarakat membangun kebiasaan berkendara yang aman, termasuk mematuhi rambu, mengikuti arahan petugas, menjaga kecepatan, dan tidak menggunakan ponsel saat mengemudi.

Materi Iklan FINAL 2026

Operasi Berlanjut hingga Nataru

Setelah Operasi Zebra, Polda NTB akan menghadapi pengamanan Natal dan Tahun Baru melalui Operasi Lilin. Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas menjelang periode libur akhir tahun.

Kepolisian meminta masyarakat tidak hanya tertib saat operasi berlangsung, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan sehari-hari.

Sebab, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar menghindari penindakan polisi, melainkan langkah penting untuk melindungi pengendara, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *