News

Balai TNGR Perkuat Teknologi Pengawasan, Rinjani Bidik Standar Pendakian Kelas Dunia

×

Balai TNGR Perkuat Teknologi Pengawasan, Rinjani Bidik Standar Pendakian Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
Balai TNGR Perkuat Teknologi Pengawasan, Rinjani Bidik Standar Pendakian Kelas Dunia

Mataram, Jurnalekbis.com – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terus memperkuat pengelolaan kawasan pendakian Gunung Rinjani agar sejajar dengan destinasi pendakian kelas dunia. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemanfaatan teknologi, mulai dari pemasangan kamera pengawas (CCTV) hingga pengembangan sistem monitoring berbasis digital.

Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Budhy Kurniawan, mengatakan pengelolaan Rinjani diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, adaptif, serta tata kelola yang berkelanjutan.

“Visi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani adalah menjadikan kawasan ini sebagai destinasi pendakian kelas dunia. Saat ini semua capaian sudah on the track,” kata Budhy, Senin (12/1).

Baca Juga :  Gugatan Rp200 Miliar ke Tempo, Jurnalis NTB: Ini Ancaman Kebebasan Pers!

Menurutnya, konsep pendakian kelas dunia tidak sekadar soal popularitas, melainkan penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan kawasan. Ada tiga prinsip utama yang menjadi pegangan Balai TNGR, yakni konservasi lingkungan, keselamatan pengunjung, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Ketika bicara pendakian kelas dunia, yang pertama harus dijamin adalah konservasi lingkungannya. Kedua, keselamatan pengunjung. Ketiga, nilai manfaat ekonomi lokal,” ujarnya.

Untuk mendukung prinsip tersebut, Balai TNGR terus melakukan pembenahan infrastruktur pendakian, termasuk penataan jalur dan fasilitas pendukung. Tahun ini, penguatan pengelolaan juga difokuskan pada pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pendakian dan pengawasan kawasan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem monitoring online melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis. Saat ini, Balai TNGR telah memasang tujuh unit CCTV dan akan menambah sekitar delapan unit lagi secara bertahap.

Baca Juga :  Lion Air Buka Rute Penerbangan Baru Lombok-Balikpapan, Dukung Konektivitas IKN dan Dorong Wisata Nusantara

“Rinjani memiliki enam jalur pendakian. Semua tentu tidak bisa langsung terpasang, tapi kita lakukan secara bertahap sesuai tingkat urgensi,” jelas Budhy.

CCTV akan diprioritaskan di titik-titik krusial, seperti jalur pendakian utama, area perkemahan, dan lokasi yang menjadi tempat aktivitas pendaki dalam waktu lama. Teknologi ini dinilai penting untuk mengisi keterbatasan jumlah petugas di lapangan.

“Dengan CCTV, monitoring bisa lebih efektif. Nantinya kita juga menyiapkan command center di Balai sebagai pusat pengawasan seluruh aktivitas pendakian,” katanya.

Pengawasan tidak hanya ditujukan untuk mendeteksi potensi kecelakaan, tetapi juga memastikan kepatuhan pendaki terhadap standar operasional prosedur (SOP), termasuk pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.

“Semua aktivitas bisa terekam. Kalau ada pelanggaran, baik oleh pengunjung, porter, mitra, bahkan petugas, itu bisa menjadi bahan evaluasi dan penegakan aturan,” tegas Budhy.

Baca Juga :  Danrem 162/WB: Pelda Dewi Bukti Kesetaraan di Tubuh TNI AD

Selain CCTV, Balai TNGR juga mengembangkan smart patrol, yakni pola patroli berbasis teknologi untuk mendukung pengamanan dan perlindungan kawasan konservasi.

Budhy menegaskan, standar pendakian kelas dunia tidak memiliki satu acuan baku internasional. Namun, Rinjani terus mengadopsi praktik terbaik sesuai karakter kawasan.

“Versi Rinjani adalah mengedepankan konservasi, keselamatan, dan manfaat ekonomi. Tiga prinsip ini yang akan terus kita tingkatkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *