EkonomiNusantara

Bapanas Pastikan Harga Pangan di Mataram Stabil Jelang Ramadan–Idulfitri 2026

×

Bapanas Pastikan Harga Pangan di Mataram Stabil Jelang Ramadan–Idulfitri 2026

Sebarkan artikel ini
Bapanas Pastikan Harga Pangan di Mataram Stabil Jelang Ramadan–Idulfitri 2026

Mataram, Jurnalekbis.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga bahan pangan pokok di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih relatif stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Bapanas bersama Perum Bulog Kanwil NTB, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTB, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pemantauan langsung harga dan mutu pangan, Rabu (4/2/2026).

Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, mengatakan sebagian besar komoditas pangan utama masih berada dalam kondisi stabil.

“Beras, gula, minyak goreng, telur, bawang putih, dan bawang merah secara umum masih stabil. Ada perbedaan harga di beberapa lapak, tapi tidak signifikan,” kata Rinna di sela-sela kegiatan pemantauan.

Baca Juga :  Sumbawa Membludak! Jalan Sehat FORNAS 2025 Banjir Hadiah Umrah

Menurut Rinna, fluktuasi harga paling terlihat pada komoditas minyak goreng, khususnya Minyak Kita yang sudah memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET). Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sumber distribusi barang.

“Minyak goreng yang disuplai Bulog harganya sesuai ketentuan. Namun yang berasal dari distributor lain ada yang dijual sedikit lebih mahal,” ujarnya.

Untuk mencegah praktik permainan harga, Bapanas telah membentuk Tim Satuan Tugas Pengawasan Harga Pangan melalui Surat Keputusan Kepala Bapanas. Tim ini bertugas menelusuri rantai distribusi dari distributor hingga produsen jika diperlukan.

“Kami ingin memastikan harga dari distributor ke pedagang pengecer sesuai regulasi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau,” jelas Rinna.

Pengawasan juga diperkuat oleh aparat kepolisian. Direktur Direskrimsus Polda NTB Kombes Pol FX Endriadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional Bapanas melalui Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.

Baca Juga :  NTB Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha, Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok

“Ini bukan kegiatan parsial daerah, tapi program pusat. Satgas melakukan deteksi dini dengan mencocokkan data yang kami miliki dengan kondisi riil di lapangan,” kata Endriadi.

Ia menambahkan, Satgas telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam menangani potensi pelanggaran, mulai dari pembinaan hingga penegakan hukum.

“Kalau ditemukan pelanggaran, bisa dilakukan peringatan, pencabutan izin, bahkan proses hukum jika ada unsur pidana,” tegasnya.

Sementara itu, Perum Bulog Kantor Wilayah NTB memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman. Pemimpin Wilayah Bulog NTB Mara Kamin Siregar menyebut harga beras medium maupun premium masih terkendali tanpa lonjakan berarti.

“Alhamdulillah, harga beras masih aman. Tidak ada kenaikan signifikan,” ujar Mara.

Baca Juga :  Lombok Barat Wakili NTB dalam Gerakan Nasional Tanam Padi Serentak

Bulog NTB saat ini menguasai stok beras sekitar 154 ribu ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Selain itu, stok minyak goreng mencapai sekitar 307 ribu liter dan diproyeksikan mencukupi hingga Maret 2026.

“Stok beras dan minyak goreng aman untuk menghadapi Imlek, Ramadan, sampai Idulfitri,” katanya.

Bulog bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus melakukan koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan, harga, serta kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *