BisnisNewsNusantara

Pelatihan Maggot BSF di Bogor, 51 Warga Desa Benteng Siap Ubah Sampah Jadi Cuan

×

Pelatihan Maggot BSF di Bogor, 51 Warga Desa Benteng Siap Ubah Sampah Jadi Cuan

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Maggot BSF di Bogor, 51 Warga Desa Benteng Siap Ubah Sampah Jadi Cuan

Bogor, Jurnalekbis.com– Sebanyak 51 warga Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mengikuti pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) selama empat pekan, mulai 24 Januari hingga 15 Februari 2026. Program bertajuk Pijar Ekraf: Maggot Multi-Produk ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pengelolaan sampah organik.

Pelatihan yang digagas oleh Komunitas Pijar Desa ini tidak hanya mengajarkan teknik budidaya maggot, tetapi juga strategi pengemasan dan pemasaran produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Kegiatan berlangsung intensif dengan materi praktik langsung, mulai dari pengolahan limbah organik hingga pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak dan pupuk organik.

General Leader Komunitas Pijar Desa, Zahra Qolbi Ainayah, mengatakan program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan sampah yang produktif.

Baca Juga :  ITDC Serahterimakan Lahan 10 Hektare ke PT Kleo Mandalika Resort, Investasi Capai Rp2,1 Triliun

“Pengelolaan sampah organik sebenarnya memiliki potensi ekonomi besar. Jika dikelola dengan tepat dan berkelanjutan, maggot bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga,” ujar Zahra, Minggu (16/2/2026).

Menurutnya, budidaya maggot BSF memiliki sejumlah keunggulan. Selain membantu mengurangi volume sampah organik rumah tangga, hasil panennya dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk unggas dan ikan. Sisa pengolahannya pun bisa dijadikan pupuk organik yang bernilai jual.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan teknis seperti pemilihan media budidaya, pengelolaan siklus hidup larva, hingga teknik panen yang tepat. Namun, aspek bisnis juga menjadi perhatian utama. Peserta mendapatkan materi tentang teknik pengemasan yang aman dan menarik, penyusunan label produk, hingga penguatan identitas merek agar mampu bersaing di pasar lokal maupun digital.

Baca Juga :  Aktor One Piece Taz Skylar Dikabarkan Mualaf, Ini Fakta-Faktanya

Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada strategi pemasaran berbasis media sosial. Materi meliputi pembuatan konten promosi sederhana, teknik fotografi produk, hingga cara memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Antusiasme warga terlihat selama pelatihan berlangsung. Pipih, salah satu peserta, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang sebelumnya tidak ia ketahui.

“Saya baru tahu kalau sampah dapur bisa diolah jadi maggot yang punya nilai jual. Ini peluang usaha yang menjanjikan kalau ditekuni bersama-sama,” kata Pipih.

Ia berharap budidaya maggot dapat terus dikembangkan di Desa Benteng, sehingga tidak hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Program ini terselenggara atas kolaborasi Komunitas Pijar Desa dengan Yayasan Perintis Pendidik Nusa serta dukungan dari ULZ IZI Bogor. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal pembentukan ekosistem usaha berbasis pengelolaan sampah organik di tingkat desa.

Baca Juga :  Terjebak di Tebing Saat Memancing, WNA Belanda Berhasil Dievakuasi

Dengan berakhirnya pelatihan pada pertengahan Februari 2026, para peserta didorong untuk segera mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh. Ke depan, Desa Benteng diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi lokal berbasis maggot BSF sekaligus berkontribusi dalam pengurangan sampah organik secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *