BisnisEkonomi

Penukaran Uang Baru di NTB Tembus Rp19,91 Miliar, Kuota Maret 2026 Ludes Dipesan Warga

×

Penukaran Uang Baru di NTB Tembus Rp19,91 Miliar, Kuota Maret 2026 Ludes Dipesan Warga

Sebarkan artikel ini
Penukaran Uang Baru di NTB Tembus Rp19,91 Miliar, Kuota Maret 2026 Ludes Dipesan Warga
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas

Mataram, Jurnalekbis.com –  Antusiasme masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap program penukaran uang baru dari Bank Indonesia terlihat sangat tinggi. Pada termin pertama program Serambi 2026 yang berlangsung sepanjang Februari 2026, total nilai uang yang ditukarkan masyarakat tercatat mencapai Rp19,91 miliar.

Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, dalam kegiatan media briefing ekonomi NTB Triwulan I 2026 yang digelar di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Kamis (5/3/2026).

Menurut Hario, tingginya angka penukaran uang baru menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap uang layak edar, terutama pecahan baru yang biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi maupun tradisi pemberian uang dalam momen tertentu.

“Pada termin pertama di Februari 2026, total nilai uang yang telah ditukarkan oleh masyarakat melalui aplikasi PINTAR mencapai Rp19,91 miliar,” ujar Hario.

Ia menjelaskan, layanan penukaran uang pada periode tersebut dilakukan melalui berbagai skema pelayanan. Bank Indonesia NTB mengoperasikan layanan kas keliling di sejumlah wilayah serta menggandeng perbankan untuk memperluas titik layanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Nilai Ekspor NTB Tahun 2023 Meningkat Sebesar 3,45 Persen

Selama Februari 2026, Bank Indonesia NTB tercatat menggelar empat kali kegiatan kas keliling yang difokuskan di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. Selain itu, layanan penukaran juga tersedia di puluhan kantor perbankan yang menjadi mitra resmi.

“Selain kas keliling, kami juga bekerja sama dengan perbankan. Ada 85 titik kantor bank di seluruh wilayah NTB yang membuka layanan penukaran uang,” jelasnya.

Untuk mengatur alur layanan agar lebih tertib dan menghindari antrean panjang, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR. Sistem reservasi tersebut memungkinkan masyarakat memilih jadwal dan lokasi penukaran secara daring sebelum datang ke lokasi layanan.

Menurut Hario, mekanisme tersebut terbukti mampu membuat proses penukaran uang menjadi lebih tertata dan efisien. Selain itu, sistem ini juga membantu Bank Indonesia dalam mengatur distribusi uang baru secara merata.

Baca Juga :  Nazaruddin Ditunjuk Dirut Bank NTB Syariah, Efektif Setelah Fit & Proper Test

Memasuki termin kedua pada Maret 2026, Bank Indonesia NTB kembali membuka layanan penukaran uang dengan skema yang hampir sama. Layanan kas keliling telah dilaksanakan dua kali pada 3 dan 4 Maret 2026 di sejumlah titik yang telah dijadwalkan.

Selain itu, layanan penukaran bersama perbankan juga akan kembali digelar di 85 kantor bank di wilayah NTB pada 12 Maret 2026.

Tak hanya itu, Bank Indonesia NTB juga menyiapkan layanan penukaran uang terpadu yang akan dipusatkan di kawasan Islamic Center Mataram. Layanan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Maret 2026.

Namun tingginya minat masyarakat membuat seluruh kuota layanan penukaran pada termin kedua tersebut telah habis dipesan hanya dalam waktu singkat melalui aplikasi PINTAR.

“Untuk termin kedua ini kuota penukaran sudah habis dipesan oleh masyarakat. Jadi kalau sekarang mencoba mendaftar melalui aplikasi PINTAR, sudah tidak tersedia lagi karena semua jadwal sudah penuh,” kata Hario.

Baca Juga :  Panen Raya Perdana di NTB, BULOG Mulai Serapan 4 Juta Ton Gabah Nasional

Ia menambahkan, Bank Indonesia NTB masih akan menghitung total realisasi nilai penukaran uang pada termin kedua setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.

Menurutnya, data tersebut nantinya akan diumumkan secara resmi kepada publik setelah proses layanan penukaran uang di berbagai titik benar-benar berakhir.

“Berapa jumlah total penukaran pada termin kedua nanti akan kami sampaikan kembali kepada rekan-rekan media setelah seluruh kegiatan selesai dilaksanakan,” ujarnya.

Program penukaran uang baru yang rutin dilaksanakan Bank Indonesia setiap tahun ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan uang rupiah dalam kondisi layak edar. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas uang rupiah yang beredar di masyarakat serta mendukung kelancaran transaksi ekonomi di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *