BisnisNews

Bandara Lombok Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Trafik Penerbangan Diprediksi Naik 28%

×

Bandara Lombok Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Trafik Penerbangan Diprediksi Naik 28%

Sebarkan artikel ini
Bandara Lombok Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Trafik Penerbangan Diprediksi Naik 28%

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Posko tersebut akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik melalui jalur udara di Pulau Lombok.

Pembukaan posko ditandai dengan apel bersama yang digelar pada Jumat (13/3) pukul 09.00 WITA di kawasan Pick Up Zone BIZAM. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan bandara, mulai dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, hingga instansi pelayanan seperti Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Selain itu, sejumlah maskapai penerbangan, perusahaan ground handling, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), serta komunitas bandara juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi untuk menghadapi lonjakan penumpang selama periode Lebaran.

Baca Juga :  Cincin Ngeyel, Pemuda Kediri Minta Bantuan Damkar Tengah Malam

General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan pembentukan posko terpadu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026.

Menurutnya, posko ini memiliki peran penting dalam memantau operasional bandara secara intensif sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam layanan penerbangan.

“Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, kami melakukan pemantauan operasional bandara secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran,” kata Aidhil dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pengelolaan operasional bandara selama masa angkutan Lebaran tetap mengedepankan prinsip 3S + 1C, yakni Safety, Security, Service, dan Compliance. Prinsip tersebut menjadi standar utama dalam menjaga keselamatan penerbangan, keamanan bandara, kualitas pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Prinsip tersebut kami terapkan untuk memastikan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara selama periode angkutan Lebaran,” ujarnya.

Dari sisi data operasional, BIZAM mencatat pada periode posko angkutan Lebaran tahun sebelumnya terdapat 1.134 pergerakan pesawat dengan total 130.883 penumpang yang dilayani. Sementara volume kargo yang tercatat mencapai sekitar 660 ton.

Baca Juga :  Pedagang Ini Raih Juara Transaksi QRIS Terbanyak: “Sangat Membantu, Tak Perlu Repot Uang Kecil!”

Pada tahun ini, trafik penerbangan diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. BIZAM memproyeksikan jumlah pergerakan pesawat mencapai 1.454 penerbangan atau meningkat sekitar 28,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 136.255 orang atau naik sekitar 4,1 persen. Sedangkan volume kargo diprediksi meningkat menjadi sekitar 702 ton atau naik sekitar 6,4 persen.

Peningkatan trafik tersebut sejalan dengan tren mobilitas masyarakat yang cenderung meningkat selama musim mudik Lebaran, terutama pada rute-rute penerbangan domestik yang menghubungkan Lombok dengan sejumlah kota besar di Indonesia.

Berdasarkan proyeksi operasional, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah penumpang yang dilayani di Bandara Lombok diperkirakan mencapai sekitar 9.096 orang.

Baca Juga :  Banjir Bandang Terjang Kabupaten Bima, 8 Orang Hilang dan 1 Ditemukan Meninggal Dunia

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+7 Lebaran atau Minggu, 29 Maret 2026 dengan jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai sekitar 9.808 orang.

Dengan meningkatnya potensi trafik tersebut, BIZAM bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjaga kelancaran operasional bandara selama masa angkutan Lebaran. Berbagai langkah antisipasi juga disiapkan, mulai dari penguatan koordinasi lintas instansi hingga optimalisasi pelayanan kepada penumpang.

Manajemen bandara berharap keberadaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dapat memastikan seluruh proses perjalanan udara berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

“Dengan dukungan sinergi seluruh stakeholder, kami berharap pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dapat berlangsung optimal serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui Bandara Lombok,” kata Aidhil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *